KANDANGAN – Satu per satu petani berdatangan.  Mereka saling sapa, bersalaman dengan senyum ceria. Sebagian berkumpul di parkiran, sisanya sudah siap di ruang rapat balai Desa Malilingin Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kamis (14/11) lalu. Sementara emak-emak sibuk menyiapkan minuman dan kudapan sederhana.

Hari itu, pengurus dan anggota dua  kelompok tani hutan (KTH) di desa ini, Batu Tungku dan Nuramin, kedatangan tim Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan KPH Hulu Sungai.  Mereka ingin mendengar langsung penjelasan lengkap program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), yang rencananya dijalankan tahun 2020 mendatang.

Setelah berbincang sebentar, semua yang hadir memasuki ruang rapat.  Sesi perkenalan memulai acara sosialisasi. Para petani dengan tekun dan serius mengikutinya.

“Data yang didapat dari BPDAS HL Barito, di Kalsel terdapat lahan terbuka seluas 11.000 hektare.  Untuk tahun depan, rencananya akan direhabilitasi seluas 2.500 hektare.  Malilingin terpilih menjadi salah satu rencana desa pelaksana,” ungkap Zainal Abidin, ketua tim ULM saat membuka paparan.

Respons positif langsung muncul.   Dua KTH di Malilingin menyatakan kesediaan terlibat dan berpartisipasi menyukseskan program RHL 2020.

Ahya Alimudin, Ketua KTH Batu Tungku menjelaskan,   di kelompok mereka ada sekitar 50 hektare lahan terbuka.  Bukaan baru lahan tahun ini ada sekitar 40 hektare.  Tahun depan masih kami pakai berladang.  Sisanya belukar  belukar yang belum digarap. “Intinya kami siap terlibat,” tegasnya.

Berdasarkan identifikasi dan informasi yang dikemukakan warga di forum tersebut,  sementara total luasan calon lokasi kegiatan di sini  sekitar 110 hektare. Semua berada dalam kawasan hutan produksi. 

Setelah ditawarkan, para petani memilah sendiri bibit pohon yang bakal ditanam. Kayu manis, jabon, mahoni, jati, petai, karet, rambutan, cempedak okulasi, pampakin dan  langsat, menjadi pilihan.

“Itulah kenapa kami menanyakan jenis bibit yang dipilih.  Bila menanam sesuai kehendak petani,  besar kemungkinan akan mereka pelihara dengan telaten. Hasil pertemuan ini nanti digodok kembali,” kata  Risna Milawaty, Penyuluh Kehutanan dari  KPH Hulu Sungai.  (risna/kphhulusungai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here