Akhir-akhir ini, di beberapa kabupaten/kota, jajaran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di bawah Dinas Kehutanan Kalsel, bergerak. Menggelar aksi pembagian aneka jenis bibit pohon. Gratis.

Pembagian bibit dilakukan pada Minggu pagi, di tempat-tempat biasa warga berkumpul. Untuk jalan santai, jogging, atau sekadar menghirup udara segar.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Bibit tanaman seperti durian, jengkol, mahoni, petai, dan sengon, rambutan, alpukat, dan lainnya,  ternyata diminati. Ribuan batang bibit yang disediakan, hanya dalam tempo satu jam atau lebih, ludes.

Tak cuma sebatang, bahkan satu warga meminta lebih. Untuk ditanam di lingkungan sekitar rumah mereka.

Bersemangatnya warga merespons pembagian bibit tanaman tentu menggembirakan. Fakta ini menunjukkan tingkat kesadaran terhadap lingkungan sangat tinggi. Tersirat, mereka ingin di lingkungan tempat tinggalnya hijau. Sejuk dengan dengan hadirnya pepohonan yang teduh. Tidak gersang dan panas.

Kesadaran hadirnya lingkungan yang asri dan nyaman itulah  sebenarnya salah satu tujuan Revolusi Hijau. Gerakan dan rogram yang digagas Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor. Mengajak warga di Banua untuk gemar menanam. Setidaknya di sekitar lingkungan tempat tinggal. Baik di desa, maupun di kota-kota.

Kami senang dan bersyukur, apa yang dilakukan jajaran Dinas Kehutanan Kalsel, leading sector program Revolusi Hijau, disambut positif warga. Ajakan “Ayo Menanam” kini kian  menggema.

Ke depan, kami akan lebih intensif lagi menggelorakan gemar menanam pohon. Tentu tak sekadar sosialisasi semata. Namun, juga memfasilitasi penyediaan bibit tanaman bermutu.  Tempat-tempat persemaian agar ketersediaan bibit terjamin dipersiapkan.

Semua itu dilakukan agarĀ  lingkungan sekitar kita menjadi lebih asri, sejuk, nyaman, dan sehat.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here