CIOMAS – Kepala Dinas Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, Sabtu (1/11) lalu mengunjungi  Desa Citaman,  Kabupaten Serang, Banten.  Didampingi Kepala BPTH, Ainun Jariah dan petinggi Dishut lainnya, ia tertarik dengan keberhasilan pengembangan jasa lingkungan (Jasling) di desa yang termasuk dalam wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidanau itu.

Diawali proyek padat karya di era 1990-an, masyarakat sekitar DAS Cidanau mulai mengenal budidaya tanaman MPTS (multy purpose trees species). Awalnya usaha masyarakat hanya bertani, menanam palawija terutama padi.

Bachrani, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Karya Muda II, mengatakan pola menanam masyarakat di desanya mulai beralih ke agroforestry,  sejak melihat keberhasilan KTH itu  meningkat pendapatannya, baik harian, mingguan, bulanan bahkan tahunan. “Jenis komoditas yang ditanam yaitu melinjo, durian, petai, kopi, cengkeh, aren, vanili dan cokelat,” jelasnya.

Diterangkannya, melalui LSM Rekonvasi Bumi dibentuklah Forum Komunikasi DAS Cidanau (FKDC). Tujuannya menjembatani kerja sama antara kelompok tani jasa lingkungan, dengan perusahaan pengguna air dari DAS Cidanau,  yaitu PT Krakatau Tirta Industri.

Selanjutnya, FKDC menggandeng World Agroforestry Centre (Icraf) untuk membuat kajian tentang peranan DAS Cidanau dalam menjaga pasokan air. “Ini penting demi keberlangsungan industri dan konsumsi masyarakat di daerah hilir,” tutur Bachrani.

Mekanismenya, setiap anggota KTH wajib menanam minimal 500 pohon jenis MPTS per hektare. Sebagai kompensasi, mereka mendapat biaya sebesar Rp 1.250.000/Ha di awal kontrak dan terus bertambah menjadi Rp 1.500.000 hingga Rp 1.750.000 setelah dievaluasi setiap 5 tahunnya.

“Pembayaran dilakukan setiap 6 bulan setelah diverifikasi oleh tim yang terdiri dari perusahaan, FKDC dan Dinas LHK setempat. Kriteria pohon yang dinilai mempunyai keliling batang 15 cm dan tinggi 5 meter, dengan intensitas sampling 2,5 persen,” terang Bachrani lagi.

Tak hanya reward yang diberikan, punishment diberlakukan pula. “Hal ini bilamana dalam areal salah satu anggota KTH, jumlah pohonnya tidak mencapai 500/Ha, maka seluruh anggota tidak akan dibayar,” tandasnya.

KTH Karya Muda II di Desa Citaman Kecamatan Ciomas adalah satu diantara KTH Jasling yang bermitra dengan PT Krakatau Tirta Industri yang bergerak dalam usaha air minum. Merupakan salah satu anak perusahaan PT Krakatau Steel.

DAS Cidanau sendiri seluas 22.620 Ha,  yang di dalamnya terdapat Cagar Alam (CA) Rawa Danau seluas 2.500 Ha dan CA Tukung Gede seluas 2.500 Ha, meliputi Kabupaten Pandeglang dan Serang di Provinsi Banten. (alfi/bpth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here