Semakin berkembangnya usaha kuliner di berbagai daerah yang menghidangankan beragam macam jenis masakan  semakin memikat daya konsumsi masyarakat. Dengan suguhan siap saji meruncing ruang gerak masyarakat untuk mencoba segala aneka masakan yang di sediakan tanpa harus mencoba sendiri di rumah. Realita yang sedang gencar di masyarakat saat ini diantaranya yaitu rumah makan jamur. Ini memang baru di masyarakat, namun keberadaannya ternyata sangat di minati bahkan di favoritkan oleh sekalangan besar masyarakat. Olahan masakan yang berbahan baku jamur tiram atau jamur merang ini dapat di olah menjadi berbagai macam masakan.

Ini menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan untuk membuka usaha budidaya jamur tiram.

Proses produksinya tidak begitu menyulitkan, mungkin hanya butuh ketelitiaan ketika proses awal produksi saja. Selanjutnya, perawatannya mudah di lakukan dengan selalu memperhatikan suhu dan kelembapan ruangan karena budidaya jamur ini tumbuh di tempat yang suhu udaranya sejuk. Untuk kebutuhan lahannya budidaya jamur tiram ini, membutuhkan ruangan atau serupa dengan rumah jamur. Penataan ruangannya pun jamur tersebut di susun di rak-rak, di tumpuk ke atas sehingga tidak terlalu membutuhkan lahan yang terlalu luas. Dari masa produksinya yaitu ±4 bulan, pada awal bulan pertama sekitar minggu ke dua atau tiga mereka akan tumbuh. Setelah proses pertumbuhan jamur tiram ini akan di panen setiap hari sampai dengan habis masa produksi pertumbuhannya. Karena proses produksinya yang mudah, dan masa panennya yang cepat, dari segi harga penjualannya pun relatif stabil menjadikan usaha budidaya jamur tiram ini banyak di lirik oleh kalangan masyarakat.

Adapun tujuan yang ingin di capai dalam usaha ini adalah :

  1. Membuka usaha rumahan untuk menunjang perekonomian.
  2. Menghasilkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga.
  3. Membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat tani sekitar kawasan hutan.
  4. Memenuhi kebutuhan bahan baku kuliner untuk rumah makan yang menyediakan masakan olahan jamur tiram.

Usaha budidaya jamur tiram cukup menjanjikan prospeknya, di lihat dari segi daya beli masyarakat terhadap jamur tiram ini cukup tinggi. Alasan saya memilih usaha budidaya jamur tiram ini yaitu :

  1. Proses produksinya cepat, perawatanyan mudah, kemudian modal pemeliharaannya tidak banyak.
  2. Kebutuhan lahan tidak begitu luas, bisa memanfaatkan bangunan-bangunan tua yang sudah tidak terpakai kemudian di atur kelembapan udaranya.
  3. Budidaya jamur tiram ini bisa di jadikan lahan usaha sampingan, karena proses pemanenannya yang baik hanya di lakukan pada pagi hari atau bahkan sore hari saat suhu udara sejuk.
  4. Budidaya jamur tiram ini memanfaatkan limbah industri penggergajian kayu, media baglognya lebih baik menggunakan serbuk kayu yang tidak bergetah.
  5. Resiko kegagalan panen bisa di awasi, apabila proses awal pembuatan baglog jamur sebagai media tumbuhnya baik maka resiko kegagalan tidak akan terjadi.
  6. Permintaan bahan baku jamur tiram untuk olahan masakan cukup tinggi, terutama untuk rumah makan besar tentu membutuhkan bahan baku jamur tiram dalam skala besar juga.

Untuk produksi usaha budidaya jamur tiram di wilayah binaan RPH Amandit KPH Hulu Sungai belum begitu banyak, hanya beberapa wilayah saja yang sudah mulai mengembangkan usaha ini KTH Bumi Kaya Desa Panyai Cabai . Harga per kg jamur tiram ini bisa di patok harga Rp. 20.000/kg, apabila dalam kemasan di patok harga Rp. 5.000/2 ons. Permintaan ini belum termasuk untuk permintaan usaha olahan pembuatan makanan ringan berbahan dasar jamur tiram, tentunya ini akan lebih membutuhkan bahan baku jamur tiram dalam jumlah yang banyak. Karena biasanya untuk olahan makanan ringan di buat berbagai macam aneka variasi olahan. Selain itu permintaan untuk warung-warung atau kedai-kedai juga banyak di minati.

Namun, sifat ketahanan jamur tiram itu sendiri tidak tahan lama dia akan mudah layu. Banyak masyarakat memanfaatkan ketidaktahanannya itu untuk di buat olahan makanan ringan agar lebih awet.

Keunggulan dari jamur tiram ini yaitu jamur tiram segar, karena pemanenannya di lakukan pada pagi hari sekitar subuh. Kemudian pemasaran di lakukan pagi itu juga, sehingga konsumen mendapatkan jamur tiram dalam keadaan masih segar.

GAMBARAN UMUM USAHA

  1. Latar belakang perusahaan
  2. Nama perusahaan

Usaha  KTH “ Bumi Kaya”

  1. Struktur organisasi perusahaan

Usaha budidaya jamur tiram ini akan dipimpin oleh Jajang (PKSM Ds. Pantai Cabai), sekaligus sebagai pemilik usaha dan di bantu oleh 2 orang tenaga kerja yang berasal dari warga setempat.

–    Pimpinan

Tugas : Mengawasi jalannya usaha, mengatur proses pemasaran, bertanggung jawab terhadap karyawan, penyediaan sarana dan prasarana produksi.

–    Karyawan

Tugas : Melakukan semua tahapan proses produksi, mulai dari penyediaan baglog jamur sebagai bibit jamur tiram, persiapan bangunan atau rumah jamur, pembuatan dan penataan rak-rak jamur, penyusunan jamur, perawatan dan penyiraman ruangan rumah jamur apabila suhu udara panas, pemanenan, pensortiran, pengemasan, hingga pemasaran.

  1. Upah tenaga kerja

Pemberian upah tenaga kerja di berikan dengan sistem bulanan yaitu Rp. 660.000/bulan untuk jumlah pekerja 2 orang.

  1. Financial
  2. Modal

Untuk menjalankan usaha ini di perlukan modal untuk biaya produksi sebesar Rp. 15.000.000,-. Dimana modal yang saya gunakan adalah modal pribadi.

  1. Harga jual

Harga jual per-kg jamur tiram segar yaitu Rp. 20.000/kg, di harapkan dari 5.000 baglog jamur tersebut setiap satu baglog jamurnya menghasilkan minimal ±0,6 ons, apabila dalam pemilihan dan perawatan bibit baglog jamur tersebut bagus dalam satu baglog jamur tersebut bisa menghasilkan makismal ±1 kg.

PROSES USAHA

  • Lokasi usaha

Usaha budidaya jamur tiram ini akan di lakukan di desa Pantai Cabai, DI Rantau Tapin karena lokasi ini sangat memungkinkan untuk usaha budidaya jamur tiram, selain itu biaya tenaga kerja juga lebih murah dan dekat dengan perkampungan.

  • Sarana produksi

Alat

  1. Sprayer 14 liter
  2. Pencatok kemasan
  3. Plastik mulsa
  4. Bambu
  5. Terpal
  6. Ember
  7. Dinding anyaman bambu
  8. Paku
  9. Kawat
  10. Semen
  • Bahan
  1. Bibit baglog jamur
  • Proses produksi
  1. Penyiapan lahan

Persiapan lahan di lakukan dengan membangun rumah jamur di atas tanah seluas 1000 m². Untuk bangunan rumah jamur di buat 6X9  tersebut, dinding di buat dari dinding anyaman bambu agar sirkulasi udara lebih mudah masuk dan keadaan lebih sejuk di dalamnya. Setelah bangunan siap di dalam rumah jamur tersebut di buat rak-rak dengan tinggi sekitar 3 meter, panjang 2,5 meter, dan lebar sekitar 20 cm. Ini berfungsi untuk menyimpan tumpukan baglog jamur yang di susun menumpuk ke atas.

  1. Penanaman

Penanaman jamur tiram sudah berupa baglog jamur yang di dalam media baglog jamur itu sendiri sudah tersedia unsur bibit yang siap tumbuh. Baglog jamur akan di tata menumpuk ke atas agar lebih tertata dan rapi.

  1. Perawatan

Untuk perawatan, selalu mengawasi keadaan suhu di dalam rumah jamur tersebut agar tetap dingin atau sejuk. Apabila terasa panas harus segera di semprotkan air ke setiap sudut ruangan hinggan keadaan suhu di dalam ruangan menjadi dingin.

  1. Pengendalian hama dan penyakit

Untuk hama dan penyakit pada jamur tidak begitu rumit, hama yang paling sering di temukan yaitu berupa semut atau serangga laron. Mereka akan hinggap di baglog jamur atau di jamur yang sudah tumbuh. Untuk pencegahannya di setiap rak-rak jamur di goresi kapur serangga untuk mencegah datangnya semut dan laron tersebut.

  1. Pemanenan

Apabila sudah memasuki waktu panen, jamur tiram ini akan tumbuh terus menerus setiap hari. Maka proses produksi akan setiap hari di lakukan, begitu juga untuk pemasarannya.

  • Rencana Pemasaran
  1. Pemasaran

Pemasaran jamur tiram ini akan di pasarkan langsung atau di antar ke warung-warung sayur perumahan , atau apabila ada pesanan dalam jumlah yang cukup banyak akan di antar langsung.

  1. Promosi

Upaya-upaya yang akan di lakukan untuk mempromosikan usaha budidaya jamur tiram ini antara lain melalui informasi ke masyarakat langsung artinya dari konsumen satu ke konsumen lainnya.

ANALISA KELAYAKAN USAHA

A. Modal

–    Modal pribadi : Rp. 15.000.000,-

B. Proyeksi pendapatan

Harga jual/kg = Rp. 20.000,-

Jumlah panen =70 kg /hari  selama 12 hari = 855 kg setelah di kurangi  5%

 

Rp. 20.000 X 855 = Rp. 17.100.000,-

C. Proyeksi keuntungan

Keuntungan  = pendapatan – total pengeluaran

= Rp. 17.100.000 – Rp.10.930.000

= Rp. 6.170.000,-

D. Break even point (BEP)

–    BEP harga produksi  =        Total biaya produksi  Jumlah jamur tiram yang di jual

=   Rp. 8.680.000

Titik impas harga produksi  855/kg dengan harga jual Rp. 20.000/kg maka titik impas tercapai. Itu artinya, usaha budidaya jamur tiram menguntungkan.

–    BEP volume produksi =       Total biaya produksi

Harga jual jamur tiram

=  Rp. 8.680.000 : Rp. 20.000

=  434/kg

Titik impas volume produksi di peroleh bila volume produksi jamur tiram 434/kg, sedangkan volume produksi selama proses pengusahaan adalah 855/kg. Dengan demikian titik impas tercapai. Artinya, usaha budidaya jamur tiram menguntungkan.

Dalam menjalankan usaha budidaya jamur tiram memiliki prospek yang cukup bagus dan menguntungkan, hal ini terlihat dari rencana laporan laba atau rugi pertahun yang di gambarkan dalam  12 bulan kedepan. (Sri Kustini .SP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here