BPTH KEMBALI PANTAU PEMBANGUNAN KEBUN BENIH KPH TANAH LAUT

0
25

Dalam upaya penyediaan benih sengon berkualitas yang salah satunya didapat dari membangun kebun benih, Dishut Prov. Kalsel melalui BPTH kembali kirimkan tim pantau pembangunan kebun benih sengon sekaligus giat asistensi, Sabtu (20/04).

Pembangunan kebun benih ini mulai dirintis KPH Tanah Laut dengan membangun Kebun Benih Semai Uji Keturunan Sengon di RPH Tabanio pada awal bulan April yang lalu. Tim asistensi dipimpin langsung Ka. BPTH Ainun Jariah, S.Hut beserta jajaran teknisnya, lakukan pemantauan dan asistensi progress pembangunan kebun benih didampingi oleh Agus Suparno, Kasi Linhut KPH Tala dan Maria Hadiati, manager persemaian KPH Tanah Laut.

Dijelaskan oleh Agus, pada lokasi rencana luas efektif yang akan ditanami ± 0,85 Ha dengan jenis tanaman sengon wamena dan solomon yang berasal dari persemaian permanen BPTH. Sedangkan jarak tanam yang ditetapkan yaitu 3 x 3 meter untuk jumlah tanaman sebanyak 944 bibit, dengan realisasi fisik sampai saat asistensi yaitu pengajiran (100%) dan pembuatan lubang tanam sebanyak 776 lubang (82,16%) dan akan terus terus dilanjutkan.

“Kendala di lapangan, pada waktu-waktu tertentu ada masyarakat yang menggembalakan ternak sapi di sekitar areal tersebut, hal ini dikuatirkan akan merusak tanaman sengon”, terangnya. Agus melanjutkan, perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk seluruh kegiatan pembuatan lubang tanam, pemupukan, penanaman dan herbisida adalah sebesar Rp. 20 juta.

Kesempatan ini, Ainun mengarahkan dengan memberi saran tindak lanjut kepada pihak KPH Tanah Laut, agar segera lakukan pengangkutan bibit sengon dari persemaian permanen BPTH Banjarbaru pada hari Senin tanggal 22 April 2019 nanti. Selanjutnya Ainun menambahkan agar dilanjutkan pembuatan lubang tanam dan pemberian pupuk kandang sebagai pupuk dasar pada semua lubang tanam. “Untuk mengejar sisa musim hujan, mulai hari Selasa tanggal 23 April 2019 sudah dilakukan pelaksanaan penanaman”, tuturnya.

Terkait adanya permasalahan di areal penanaman berupa penggembalaan ternak sapi yang dilepas bebas masyarakat, Ainun menyarankan agar pihak KPH Tanah Laut melakukan upaya preventif dengan mendatangi langsung pemilik-pemilik ternak yang bersangkutan. “Intinya, dibuat surat edaran agar tidak melakukan penggembalaan pada lokasi tersebut dengan alasan apapun”, tegasnya.

Upaya lain yang dapat ditempuh, yaitu penjagaan dan pengawasan setiap waktu oleh petugas KPH Tanah Laut. “Demi keamanan pada keseluruhan areal tanaman sumber benih akan dilakukan pemagaran”, imbuhnya. Terhadap permasalahan gulma yang membandel, Ainun mengarahkan agar segera dilakukan penyemprotan herbisida sebelum giat penanaman.Diketahui, kebutuhan benih sengon (Paraseriathes falcataria) di Kalsel terus meningkat seiring meningkatnya penanaman jenis ini, sementara keberadaan benih sengon berkualitas sendiri untuk meningkatkan produktivitasnya masih terbatas. Diharapkan dari kegiatan asistensi ini, segera terbangun kebun benih yang mampu menghasilkan benih sengon bergenetik baik dan berkualitas untuk mendukung Gerakan Revjo Kalsel. (Eko Nur Hardanto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here