BPTH MONITOR PERSEMAIAN PT. DWIMA INTIGA

0
21

Sepulangnya mengikuti giat Famtrip Kedubes Finland Estonia 2019 yang berlangsung di Loksado dan Haratai, HSS, tim BPTH monitor bibit di Persemaian PT. Dwima Intiga, Lokpaikat Kab. Tapin, Sabtu (16/03) dipimpin Ka. BPTH, Ainun Jariah, S.Hut.

Giat yang merupakan arahan langsung Kadishut Kalsel, Dr. Hanif Faisol ini, diterima oleh General Manager PT. Dwima Intiga, Nono Suhartono yang juga dampingi ke lokasi persemaian, jelaskan rinci seputaran giat pembuatan dan produksi bibit di persemaiannya.

Persemaian PT. Dwima Intiga tersebar di 4 lokasi, selain di Lokpaikat 1 dan Lokpaikat 2 Kab. Tapin, juga terdapat di Desa Ida Manggala Kec. Sungai Raya Kab. HSS memproduksi jenis jengkol, kemiri, sengon dan di Desa Remo Kab. Banjar yang produksi jenis jabon.

“Untuk persemaian di Lokpaikat 1 seluas 500 m2 dan Lokpaikat 2 seluas 2.000 m2, total produksi bibit di ke-2 lokasi itu sebanyak 440.000 bibit”, kata Nono sapaannya menerangkan. Dijelaskannya pula dari kedua lokasi yang didatangi itu diproduksi jenis jengkol, kemiri, sengon dan durian, yang pembuatannya secara generatif.

Kesempatan ini, tak disia-siakan oleh Tim untuk menggali informasi langsung ke pakar sekaligus pegiat bisnis bibit, utamanya terkait teknik pembibitan yang baik untuk peroleh produksi bibit secara maksimal.

Salah satunya, Nono paparkan teknik pembibitan kemiri, jenis ini diketahui membutuhkan waktu lama untuk berkecambah atau keluar dari
kondisi dormannya. Kemampuan berkecambah benih kemiri umumnya sekitar 80% selama beberapa bulan.

“Untuk berkecambah benih kemiri biasanya direndam di dalam air mengalir selama 10 hari, sebelumnya benih dibuat dalam karung goni jadi menyimpan airnya lebih lama”, terang Nono. Setelah itu dilakukan penjemuran selama 5 hari hingga kulit biji mengelupas Nono menambahkan.

“Teknik ini bertujuan mematahkan dormansi biji, karena biji kemiri miliki kulit biji yang keras dan impermeabel (resisten terhadap O2 dan air.red)”, tuturnya.

Dijelaskannya pula, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang bisa menyebabkan benih kemiri menjadi dorman (istirahat), sehingga sulit mendapatkan bibit yang tumbuh serempak dan dalam jumlah yang banyak. “Tak lupa kita langsung tanam dalam polybag, walaupun persentase tumbuhnya lebih kecil dengan teknik penaburan, namun tingkat stresing bibit jauh berkurang”, Nono beralasan.Ainun mewakili Tim, sangat mengapresiasi giat yang sudah berjalan di persemaian ini, apalagi ketersediaan bibit dinilai mencukupi, “Ketersediaan bibit dan kondisi kesehatan bibit baik ya, harapannya dapat berkontribusi langsung dengan gerakan revjo kita”, tutur Ainun.

Terakhir, tim peroleh “kado” bibit sebanyak 200 jenis jengkol dan durian, “Bibit ini akan kita salurkan untuk giat penanaman ASN naik pangkat atau promosi”, tutup Ainun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here