Budidaya Madu Kelulut, Prospek Menjanjikan Dari KPH Hulu Sungai

0
19

Lebah trigona sp punya potensi besar untuk dikembangkan di wilayah KPH Hulu Sungai karena lebah tanpa sengat ini bisa dibudidayakan dengan aman meski dekat dengan permukiman, selama terdapat banyak pohon buah-buahan dan tanaman-tanaman yang menghasilkan bunga. Lebah Trigona sp. mempunyai nama lokal kelulut, lanceng atau klanceng dan madunya sering disebut dengan madu kelulut. Jenis madu ini memiliki rasa yang agak masam dibandingkan dengan madu pada umumnya tetapi mempunyai banyak khasiat yang telah terbukti kemanjurannya untuk pengobatan.

Hal ini disebabkan karena madu kelulut mengandung berbagai jenis vitamin, mineral dan enzim. Selain itu, madu ini memiliki khasiat yang tinggi bagi kesehatan, antara lain: meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah stroke, memperkuat fungsi otak dan jantung serta meningkatkan kecerdasan anak.

Selain madu, lebah ini juga menghasilkan propolis dan bee pollen. Propolis dari lebah ini mudah dipanen dan bisa dipanen kapanpun serta dapat dikonsumsi dan diolah untuk menjadi berbagai produk lainnya. Sedangkan bee pollen masih jarang untuk dikonsumsi.

Lebah trigona sp sangat mudah dalam pembudidayaannya. Selain itu, lebah ini memiliki beberapa keistimewaan dibandingkan dengan budidaya lebah lainnya, yaitu: pemeliharaannya tidak rumit, tidak perlu digembalakan, tidak perlu peralatan khusus, tidak perlu takut untuk disengat, kemudahan pengembangan koloni, produktifitas propolis lebih tinggi dibanding Apis mellifera, tahan terhadap serangan hama dan penyakit, hampir tidak mengenal masa paceklik dan mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Prospek budidaya lebah ini sangat bagus dimana produksi madu dari lebah ini rata-rata mencapai 200 ml hingga 350 ml per 2 bulan (tergantung ketersediaan pakan). Dan setiap koloni lebah trigona mampu menghasilkan 1,2 sampai 2 liter madu per tahun dengan harga jual 350.000,- s/d 400.000,- per liter. Sedangkan harga propolis yang sudah diolah lebih tinggi daripada harga madu.

Budidaya lebah trigona sendiri sudah mulai dilirik oleh masyarakat, khususnya petani yang memiliki kebun dan pekarangan yang cukup. Kemudahan dalam budidaya, permintaan pasar yang cukup tinggi dan keuntungan yang cukup besar menarik minat masyarakat untuk membudidayakan lebah trigona.

Pembudidayaan lebah trigona di Wilayah KPH Hulu Sungai, Kalimantan Selatan, dikembangkan dengan menggunakan kotak budidaya yang telah didesain sedemikian rupa. Sedangkan bibit lebah diambil dari alam.

Umumnya sarang lebah trigona terdapat pada ruas bambu yang agak lapuk, pohon karet, nangka, kelapa, cempedak dan durian. Sarang yang ditemukan bisa berkembang dengan cara memasukkannya ke dalam kotak budidaya dan diletakkan di tempat yang teduh, tidak bising dan bebas dari semut dan hama pengganggu lainnya. Kecepatan pembentukan sarang beserta isinya dipengaruhi oleh ketersediaan sumber bahan pakan dan getah pepohonan di sekitarnya

Budidaya lebah trigona dipilih, karena peternak tertarik dengan cara budidayanya yang praktis dan mudah. Tak perlu mengeluarkan biaya tinggi, setelah investasi awal selanjutnya tinggal menunggu lebah-lebah tersebut memberi pundi-pundi rupiah. (ZAIN ARAFAT, S.Hut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here