BANJARBARU  – Di sela-sela Lokakarya Gerakan Nasional Pemulihan DAS Berbasis Bisnis Provinsi Kalimantan Selatan di Hotel Banjarmasin Internasional, Selasa (2/7),  rombongan Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dipimpin, Hudoyo, berkesempatan menyambangi Miniatur Hutan Hujan Tropika (MH2T) di kawasan Perkantoran Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel di Jalan Abdi Praja Banjarbaru. Rombongan  didampingi Kepala BPTH Dinas Kehutanan Kalsel, Ainun Jariah beserta jajaran, dan Kepala BPDAS-HL Barito, Zainal Arifin.

Kesan positif terhadap MH2T, seperti diutarakan Hudoyo, berupa bentuk apresiasi  terhadap areal yang diinisiasi oleh Kepala Dinas Kehutanan  Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq ini.  “MH2T betul-betul fenomenal, ke depannya saya akan ajak Ibu Menteri langsung melihat areal ini,” ungkapnya.

Sebagai variasi jenis untuk tanaman TUL (tanaman unggulan lokal), ia menyarankan untuk menanam jenis kabau (Archidendron bubalinum),  yaitu tanaman sejenis jengkol dan petai. Diketahui, jenis kabau merupakan anggota suku Fabaceae (Leguminosae) yang biasa tumbuh di daerah Sumatera. 

Ditambahkan oleh Hudoyo, tanah yang dikerakal bajak disarankannya untuk dilakukan tumpang sari dengan tanaman semusim lainnya.

Secara khusus, ia memuji kinerja Kadishut, Hanif Faisol Nurofiq atas totalitasnya dalam membangun rehabilitasi hutan di daerah ini. Sebagai bentuk dukungan, selepas dari areal MH2T ia akan mengunjungi areal kegiatan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (Rehab DAS) milik PT  Adaro Indonesia di Desa Abirau, salah satu pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

Pada kesempatan itu, Hudoyo beserta rombongan juga melakukan penanaman jenis Meranti, salah satu jenis tanaman endemik Kalsel selain Ulin, di Blok Meranti MH2T.

Sementara itu, Raihanor, Pengelola Teknis MH2T mengakui keberhasilan pengembangan MH2T ditunjang oleh komitmen luar biasa dari Pemerintah Provinsi dan Kadishut Kalsel dalam bentuk dukungan pembiayaan untuk pengembangan.

Selain itu, upaya pemeliharaan intensif juga sangat mempengaruhi. “Salah satunya pemberian pupuk dasar organik, pupuk anorganik maupun pupuk cair (kotoran hewan kencing sapi) yang dilakukan secara berkala,” tuturnya. Ainun, Kepala BPTH berharap kunjungan Dirjen PDASHL ini menjadi suntikan moril dan penyemangat bagi jajarannya dalam pengembangan MH2T. Disadarinya, masih banyak pembenahan yang harus dilakukan agar keberhasilan pengembangan dapat dirasakan oleh masyarakat luas. (alfi/bpth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here