Kesadaran Lingkungan dan Minat Menanam Pohon Cukup Tinggi

Udara pagi terasa segar. Kabut tipis masih menggantung di antara rimbunnya pepohonan. Suasana terasa tenang.  Menginap barang semalam di desa Cantung Kanan tentu menjadi pilihan menyenangkan. Vegetasi alam hutan masih sangat terjaga baik. Yang lebih menggembirakan, warganya ternyata antusias untuk menanam pohon dan melestarikan lingkungan.

Dari hasil identifikasi potensi hasil hutan pada RPH Hampang,  di kawasan itu terdapat banyak potensi hutan yang dapat dimanfaatkan.  Jenis yang mendominasi adalah mangaris, meranti, sungai, keruing, dan ulin. Sedangkan untuk hasil hutan bukan kayu didominasi jenis karet, bambu, rotan, dan tanaman buah-buahan seperti mangga, durian dan rambutan.

Pohon-pohon yang ditemui di dalam hutan itu umumnya memiliki diameter yang cukup besar.  Tumbuh tinggi  ke atas dengan dedaunan yang lebat. Selain itu,  di desa ini juga memiliki potensi jasa lingkungan,  yaitu sungai dan air terjun Mandin Marangsai.  Potensi  ini belum dikelola dan masih alami.

Secara letak geografis,  Desa Cantung Kanan berada pada ketinggian 150 mdpl. Keadaan topografinya berupa perbukitan.  Penduduknya, laki-laki berjumlah 752 jiwa dan perempuan 584 jiwa. Mayoritas bermatapencaharian sebagai petani.  Jika melihat status kawasan, sebenarnya desa ini termasuk dalam kawasan hutan lindung.  Saat ini dalam proses pengajuan usulan hutan desa seluas 1.815 hektare.

“Tingkat ketergantungan masyarakat terhadap hutan cukup tinggi.  Di samping itu mereka memiliki minat yang besar untuk menanam pohon,” kata Kepala KPH Kusan , Munandar.

Adanya minat menanam pohon itu, lanjut dia, akan difasilitasi melalui program hutan desa, yang kini gencar dilakukan Dinas Kehutanan Kalsel. Sehingga, walau mereka beraktivitas di kawasan hutan lindung, tetapi bisa dilegalisasi. Diharapkan, kawasan hutan setempat lestari, pengembangan ekonomi masyarakat juga terdongkrak.

“Survey ini dilaksanakan pada bulan November 2019, bersamaan dengan penyusunan Hasil identifikasi potensi RPH Hampang KPH CANTUNG.  Sasaran survey ini adalah anggota masyarakat Desa Cantung Kanan Kecamatan Hampang.” ujar Munandar

Desa Cantung Kanan memiliki kurang lebih 617 Kepala Keluarga (KK). Di ambil sampel sebanyak sebanyak 20 KK. 

Penafsiran analisis data dari hasil survey ini adalah masyarakat yang mengetahui tentang manfaat melestarikan hutan sebanyak 16 KK atau sebesar 80,0%, artinya pengetahuan masyarakat tentang manfaat melestarikan hutan tergolong dalam kategori ‘baik’.

Masyarakat yang mengetahui tentang cara-cara untuk melestarikan hutan sebanyak 12 KK atau sebesar 60%, artinya pengetahuan masyarakat tentang cara-cara melestarikan hutan tergolong dalam kategori ‘kurang’.

Masyarakat yang mengetahui manfaat menanam pohon sebanyak 16 KK atau sebesar 80%, artinya pengetahuan masyarakat tentang manfaat menanam pohon tergolong dalam kategori ‘baik’.

Masyarakat yang setuju dengan kegiatan menanam pohon sebanyak 16 KK atau sebesar 80%, artinya persetujuan masyarakat tentang kegiatan menanam pohon tergolong dalam kategori ‘baik’. “Kesadaran mereka untuk menjaga lingkungannya sudah sangat tinggi. Walaupun saat pertama kali membuat Perdes Hutan Desa, mereka tak tahu jasa lingkungan itu apa, hasil hutan bukan kayu itu apa, ekowisata juga tak tahu. Tapi niat Pemerintah Desa, LPHD, BPD dan masyarakat di Desa Cantung Kanan bahwa ini memang untuk melindungi hutan mereka.” pungkas Munandar (Omliem/KPH Cantung).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here