Hanif:  Kita Kaji Agar Bisa Diterapkan di Kalsel

BOGOR – Kepala Dinas Kehutanan Kalsel,  Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (Puslitbanghut) Bogor, Sabtu (3/8). Ia juga mengajak  Kepala BPTH Ainun Jariah, Kepala Bidang PDASRHL Fathimatuzzahra, Kasi RHL Rini Hartati dan beberapa staf.

Lokasi dikunjungi mulai dari persemaian Koffco yang memiliki keragaman 110 jenis tanaman Dipterokarpa, hutan penelitian Gunung Dahu Leuwiliang dan hutan penelitian Dramaga Bogor. Rombongan  didampingi oleh Kapuslitbanghut Bogor,  Kirsfianti L Ginoga, Koordinator Proyek Komatsu-Forda, Henti Hendalastuti Rachmat dan para peneliti lainnya.

Di basecamp Gunung Dahu, Leuwiliang, Hanif bersama Kirsfianti membahas rencana kerja sama antara Dishut Kalsel dan Puslitbanghut Bogor. Pertemuan ini menghasilkan poin-poin penting,   antara lain pengembangan dan penerapan hasil-hasil penelitian Puslitbanghut.

“Terutama diterapkan untuk pembangunan kehutanan Kalsel. Seperti di areal Miniatur Hutan Hujan Tropika (MH2T), kawasan  Pembangunan Model Unit Manajemen Hutan Meranti (PMUMHM),  hutan alam, serta pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK), ” kata Hanif, Kamis (8/8).

Untuk tahap awal, lanjut dia, dalam kurun waktu tahun 2019-2020, kerja sama yang dilakukan adalah pembuatan design tanaman Dipterokarpa pada MH2T dan PMUMHM. Selain itu, penyusunan kajian ekonomi berupa analisis finansial tanaman meranti untuk diterapkan pada hutan alam, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) Dishut Kalsel dan dukungan sumber daya manusia dari Puslitbanghut.

Senada dengan Hanif, Kepala BPTH Ainun Jariah mengatakan bahwa telah dilakukan kegiatan peningkatan kompetensi SDM badan ini ke Puslitbanghut Bogor. “Minggu lalu telah kita kirimkan sejumlah personel BPTH untuk belajar alih teknologi persemaian sistem Koffco. Termasuk penyediaan tanaman jenis Dipterokarpa dari persemaian Koffco untuk ditanam di MH2T,” terangnya.

Kegiatan asistensi dari Puslitbanghut untuk pembangunan MH2T,  persemaian permanen dan PMUMHM, jelasnya,  telah pula dilaksanakan di bulan sebelumnya. 

Kesan positif didapat Hanif dari kunjungan ini. Hasilnya, ia berkeinginan kuat agar pembangunan model hutan meranti sistem Koffco di Gunung Dahu dapat diterapkan di hutan alam Kalsel.

“Tentunya didahului dengan pendalaman penelitian kajian ekonomi berupa analisis finansial tanaman meranti,” tutupnya. (ria/bpth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here