JASLING MANDIN PENAYAR DESA ARTAIN MENANTI UNTUK DIKEMBANGKAN

0
11

Desa Artain Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar yang berada di Hulu Waduk Riam Kanan dan merupakan kawasan Tahura SA yang memiliki banyak keindahan alam mulai dari banyaknya terdapat mandin atau air terjun juga puncak gunung yang sangat mempesona.

Tim Media Dinas Kehutanan pada hari Jumat (08/02) bersama dengan perwakilan Karang Taruna Desa Artain dan para vendor pelaksana pemegang IPPKH bersama sama mendatangi mandin penayar, sebelum memulai perjalanan ke Penayar begitu warga artain menyebutnya, kami sempat bertemu dengan Kepala Desa Artain untuk mengetahui informasi secara singkat spot spot wisata di Artain.Kepala Desa Artain menjelaskan bahwa di Desa Artain banyak sekali spot spot wisata air terjun bahkan ada yang satu air terjun yang ketinggiannya lebih dari 75 meter, selain itu ada Mandin Suliyang, Mandin Riam Begugur dan puncak gunung Langupan sebagai puncak tertinggi yang di malam hari jika kita berdiri di atas nya akan terlihat cahaya lampu lampu di Kecamatan Satui (Sungai Danau.red) selain itu juga ada 2 buah Goa yang di penuhi oleh sarang burung walet dan kumpulan pohon ulin yang perlu di lestarikan dengan luasan sekitar 3 hektar lebih ujar Asmadi.

Kepala Desa Artain mengharapkan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan dan Tahura Sultan Adam bisa mempromosikan destinasi wisata di Desa kami yang nantinya akan meningkatkan perekonomian masyarakat Artain harap Asmadi.

Senada dengan kepala Desa Artain, tokoh masyarakat Artain juga menceritakan ada keunikan di Mandin Penayar yaitu di bagian atas ada sumur yang kelihatan dasar nya namun setelah di turunkan tali sampai 5 rol tetap tidak sampai menyentuh ke dasar sumur tersebut, selain itu pada Tahun 2013 yang lalu pernah ada turis asing dari kanada yang berlibur di mandin penayar ungkap pa Udin.Setelah perbincangan bersama kepala Desa artain, kami melanjutkan perjalanan ke mandin penayar dengan jarak tempuh 16 km dengan kondisi medan yang cukup berat sekitar 8 Km dan sisanya jalan bebatuan peninggalan perusahan HTI PT Bina Banua /Sumpol yang konon katanya jalan tersebut sampai ke Satui (Sungai danau.red)

Sesampainya di Mandin Penayar kami langsung di suguhkan pemandangan 3 aliran air terjun yang memukau, rasa lelah kami terbayar oleh keindahan penayar. Setelah beberapa jam menikmati suasana mandin penayar kami pulang menuju desa artain dengan melewati jalan alternatif yg berjarak sekitar 16 km dengan kondisi berlumpur yang cukup menantang dan sangat cocok untuk di jadikan jalur touring.Dari beberapa potensi wisata yang ada di desa Artain tersebut tidak bisa di kunjungi semuanya oleh Tim Media, akan diatur waktu kembali sehingga spot wisata lainnya dapat dikunjungi dan diekspose kedalam tulisan. (Rizani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here