Di hutan Kalimantan banyak terdapat jenis buah -buahan yang termasuk langka, diantaranya buah Kumbayau (bahasa Banjar) atau Keramu (bahasa Dayak) Buah Kambayau (Canarium odontophyllum) merupakan tanaman liar yang tumbuh secara alami di hutan dan   sebagian  buah ditanam oleh masyarakat nomaden yang beraktivitas di hutan. Buah Kambayau atau keramu terkenal  di Pulau Kalimantan.

Di setiap daerah Keramu mempunyai nama yang  berbeda-beda, ada yang menyebut Kamayau (Kalbar), keramu (Paser), kumbayau (Banjar), dan  negara tetangga Malaysia (Serawak) menyebutnya Dabai.

Ciri-ciri tanaman dapat tumbuh mencapai ketinggian 20 meter lebih, buah muda berwarna kuning kecoklatan, apabila telah tua berubah warnanya menjadi biru kehitaman sampai hitam. Masyarakat Dayak pada umumnya memanen buah  Keramu ini  dengan memanjat pohonnya lalu memotong bagian dahan yang berbuah. Bahkan sebagian orang mengambil buahnya dengan cara menebang pohonnya.

Kebiasaan tersebut  menyebabkan berkurangnya populasi pohon keramu, sehingga tanaman keramu mulai langka, apalagi sekarang pohon keramu yang besar ditebang untuk diambil batangnya untuk dijual, sehingga  tanaman ini suatu saat menjadi punah. Karena itu perlu dilestarikan serta dilakukan pengembangan atau budidaya tanaman ini.

Buah Keramu mempunyai daging buah yang agak keras, sehingga jika ingin mengkonsumsinya harus diberi perlakuan  terlebih dahulu. Uniknya jika perlakuannya salah keramu tetap keras tidak mau empuk. Caranya mengempukan buah Keramu dapat dilakukan sebagai berikut :

  1. Cuci terlebih dahulu
  2. Taruh buah dalam mangkok plastik
  3. Rebus air hingga mendidih
  4. Siramkan air pada buah dalam wadah hingga tenggelam
  5. Aduk perlahan selama 10 menit hingga daging buah lunak, lalu buang airnya, beri sedikit garam aduk-aduk, buah siap dinikmati.

Rasanya  hemmm  enak, gurih mirip rasa buah alpukat, tetapi pada buah keramu ada sedikit rasa asam dan manis yang seimbang, tetapi rasa gurihnya lebih dominan.

Cara menikmati buah Keramu juga unik, yaitu dengan mengambil satu buah dipegang dengan dua belah tangan lalu pencet dengan kedua ibu jari di bagian atas pangkal buah sehingga terbelah jadi dua kemudian keluarkan bijinya,setelah itu pertemukan kedua sisi bagian yang terbelah lalu pencet dari bagian bawah lalu secara perlahan daging buah berwarna kuning keluar dan langsung di nikmati. Ada sebagian orang suka memakannya bersama madu atau gula pasir. Buah ini sangat enak dinikmati selagi hangat,karena apabila sudah dingin akan terasa asam.

Buah Keramu bermanfaat untuk mengobati sariawan, panas dalam dan batuk alergi.

Mengingat semakin sulitnya menemukan buah ini, dihimbau agar masyarakat mulai membuat bibit tanaman  untuk dibudidayakan sehingga tanaman buah ini selalu dapat dinikmati buahnya dengan rasa yang unik setiap tahun tanpa rasa takut kehilangan buah ini di rimba Kalimantan, tentu saja dengan cara memanen yang memperhatikan kelestariannya dengan tanpa menebang.

Dengan teknik budidaya yang baik, misalnya dengan melakukan pemangkasan awal agar pohon tidak terlalu tinggi tetapi tajuk rimbun yang akan banyak menghasilkan buah.Semoga buah Keramu tidak menjadi buah langka , tetapi menjadi buah unik yang selalu ditunggu masa panennya dan menjadi bagian buah eksotis yang disukai masyarakat.  (Misnariah,S.ST)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here