Barabai – Jam menunjukkan pukul 11 siang ketika Kepala KPH Hulu Sungai, Rudiono Herlambang, menginstruksikan untuk berangkat dari Kandangan menuju Desa Haruyan Dayak, Kec. Hantakan Kab. Hulu Sungai Tengah. Dengan didampingi oleh Kasi Pemanfaatan Hutan, Kasi Perlindungan Hutan, Penyuluh Kehutanan dan Bakti Rimbawan, perjalanan dimulai. Perlu waktu tempuh yang lumayan untuk sampai ke desa ini, karena perjalanan tanpa istirahat, memilih jalan pintas lewat desa – desa dan tiba di sekretariat LPHD Haruyan Dayak tepat pukul 13.15 Wita.

Rombongan disambut hangat oleh pengurus LPHD beserta anggota. Kunjungan hari ini, Sabtu (20/7) bertujuan menghadiri pertemuan penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan Desa LPHD Haruyan Dayak yang difasilitasi oleh pendamping kegiatan Perhutanan Sosial, M. Yusri. “LPHD Haruyan Dayak memperoleh SK izin kelola pada akhir tahun 2017 dengan wilayah kelola seluas 1.360 ha dan 4 KUPS yaitu agroforestri, jasa lingkungan, perlebahan dan kehutanan/perkebunan,” ungkap Yusri.

Pada arahannya, Rudiono mengintruksikan Pengembangan KUPS yg ada baik secara administrasi maupun kegiatan di lapangan. “Ada beberapa kegiatan yang bisa diajukan proposalnya khususnya kegiatan pemberdayaan masyarakat dan KPH Hulu Sungai akan memfasilitasinya melalui pendamping perhutanan sosial,” ujarnya.

“Giatkan Revolusi Hijau melalui KTH menanam dan bibit bisa diambil di persemaian KPH Hulu Sungai, di BPTH maupun BPDASHL di Banjarbaru. Juga tingkatkan kesiagaan menghadapi potensi adanya kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau ini,” tambah Rudiono.

Adalah sebuah kesempatan bagi anggota LPHD Haruyan Dayak untuk bisa bertemu langsung dengan Kepala KPH Hulu Sungai. Mereka mengungkapkan keinginan – keinginan mereka untuk bisa mengembangkan kegiatan dan usaha di lahan – lahan garapan mereka yang masuk dalam Kawasan Hutan Produksi.

Mardi, Ketua LPHD mengungkapkan bahwa ada potensi budidaya Lebah Kelulut yang bisa dikembangkan. “Ada sekitar 15 log Lebah Kelulut yang sudah ditempatkan di samping – samping rumah anggota. Kami memohon diadakan pelatihan budidaya lebah kelulut ini serta bantuan stupnya. Sedangkan untuk KUPS Kehutanan, kami ingin bantuan bibit Kayu Manis, Petai dan Buah – buahan,” pintanya.

Menutup acara, Kasi Pemanfaatan Hutan, Priyadi, mengingatkan agar kedepannya, jangan sampai ada penebangan pohon untuk rumah lebah kelulut, dan akan diadakan pelatihan kloning lebah kelulut (risna/kphhulusungai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here