KUNJUNGI PERSEMAIAN PERMANEN PURWAKARTA, INI ARAHAN KADISHUT KALSEL

0
59

Dinas Kehutanan Kalsel sukses meraih 3 penghargaan nasional dengan kategori yang berbeda pada bidang Reklamasi dan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (Rehab. DAS) yang diberikan di Auditorium Dr. Soejarwo Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Selasa (23/04) kemarin. Tak terlena dengan raihan itu, Kadishut Prov. Kalsel Dr. Hanif Faisol Nurofiq ajak Ka. BPTH Ainun Jariah, Kabid PDASRHL Fathimatuzzahra dan Kasi Rehabilitasi DAS Fajar Noor lakukan kunjungan kerja ke Persemaian Permanen (PP) Purwakarta milik BPDAS Cimanuk Citanduy, Rabu (24/04).

Di persemaian yang dikenal terbaik di lingkup Kementerian LHK itu, rombongan diterima Kasi Program (Plt. Kasi Evaluasi) Ir. Agus Triono dan manager PP Sri Resmita Dewi, SP. Dijelaskan Agus, BPDAS Cimanuk Citanduy memiliki 3 PP yaitu PP Purwakarta, PP Garut dan PP Majalengka. Agus menceritakan bahwa PP Purwakarta awalnya dikelola oleh BPTH Jawa Madura, setelah likuidasi tahun 2016 kemudian diserahkan ke BPDAS-nya. “Karena status lahan milik Perum Perhutani Wilayah I Jabar, maka setiap 2 tahun dilakukan perpanjangan MoU untuk penggunaan lahannya”, terangnya.

Ditambahkan oleh Dewi sapaan manager PP Purwakarta, dalam pengelolaan manajemen PP, ia dibantu oleh staf administrasi, staf teknis dan staf sarpras yang membawahi mandor produksi, mandor sarpras, mandor distribusi, petugas kebersihan dan petugas keamanan. “Masing-masing mandor tersebut mengepalai tenaga harian yang bekerja sesuai kebutuhan, sedangkan untuk upah tenaga harian yaitu Rp. 70 ribu per hari dan mengisi polibag Rp.70 per harinya”, tuturnya.

Dengan target produksi 1 juta bibit/tahun, Dewi mengatakan jenis bibit yang dihasilkan yaitu dari jenis kayu-kayuan (tanaman hutan) dan buah-buahan ataupun bambu dengan komposisi produksi 70 berbanding 30. Pemilihan jenisnya sendiri disesuaikan dengan keinginan masyarakat yang dibagi menjadi 2 tahapan produksi, yaitu periode bulan Januari s/d Juni sebanyak 500 bibit dan periode bulan Juli s/d Agustus sebanyak 500 bibit.

Di persemaian ini, media tanam menggunakan topsoil, sekam bakar dan kompos perbandingan 2:1:1 dalam wadah polybag dan polytube. Uniknya, polybag lebih disukai masyarakat karena dapat disimpan lebih lama, dengan mengisi 1 kantongan plastik sebanyak 25 bibit. Kelebihan polytube seperti diterangkan Dewi yaitu perakaran lebih kompak dan dari sisi pendistribusian mampu mengisi 1 kantong sebanyak 100 bibit. “Kelemahannya, bibit dari polytube ini harus cepat ditanam, namun bisa tumbuh lebih cepat dibanding bibit ber-polybag”, ujarnya. Topsoilnya sendiri didatangkan dari Lembang yang sudah dikenal dengan kesuburan tanahnya.

Kemudian rombongan beralih ke rumah perkecambahan dimana dilakukan penyemaian benih menggunakan media serbuk kelapa dan pasir (tergantung jenisnya). “Keunggulan media ini perakaran tidak mudah rusak, hemat biaya sortir dan pertumbuhan bibit lebih merata”, tutur Dewi. Selain melihat rumah kecambah, rombongan juga diajak berkeliling ke sarana dan prasarana PP lainnya yang tersedia, antara lain rumah produksi, rumah bahan stek, rumah stek, area naungan untuk kecambah, open area dan shaded area.

PP Purwakarta diketahui melayani permintaan bibit dari masyarakat secara gratis dengan biaya operasional 1 M per tahunnya. Selain berfungsi sebagai penyedia bibit, persemaian ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi untuk pelajar dan masyarakat umum.

Hanif Faisol, Kadishut Prov. Kalsel langsung rencanakan tindak lanjut hasil kunjungannya itu dengan mengatakan akan kirim staf yang mengelola persemaian untuk dilatih secara khusus di PP Purwakarta ini. “Segera kita buat MoU antara UPTD BPTH dengan PP Purwakarta terkait peningkatan kualitas bibit”, perintahnya kepada Ainun, Ka. BPTH yang mendampingi. Tak lupa, ia akan lakukan kerjasama terkait pengadaan barang jasanya. “Kerjasama ini dapat berupa pengadaan peralatan untuk penyiraman tanaman dan alat pembuat cocopeat serta penyediaan benihnya”, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here