LEPASLIARKAN SAJA

0
420

BEBERAPA satwa liar, ada pula yang berstatus dilindungi, pekan lalu, dilepasliarkan. Di Tabalong, Owa Janggut Putih. Di Tanah Bumbu, Beruk atau Bangkui. Di Hulu Sungai Selatan, Musang Bulan dan Musang Akar.

Dan akan banyak lagi hewan-hewan, yang sejatinya hidup di alam liar, tetapi “dikandangkan” atau “dikalungi” tali oleh masyarakat, akan ditelisik.

Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan Kalsel, bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA), mulai gencar melakukan penertiban.

Memelihara hewan memang sering kita jumpai di masyarakat. Apalagi jika memiliki jenis eksotis dan langka. Ada satu kebanggaan dan kesenangan tersendiri.

Tetapi tahukah Anda, tidak semua hewan sebenarnya bisa dipelihara dengan bebas. Negara, berdasarkan peraturan perundang-undangan telah menetapkan banyak satwa yang dilindungi. Dilarang memperdagangkan atau memelihara tanpa izin.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, Pasal 21 Ayat 2 menyebutkan, mereka yang melanggar dapat dikenai sanksi berupa pidana penjara 5 tahun atau membayar sejumlah denda.

Sejatinya, habitat satwa tersebut adalah hutan. Mereka adalah bagian dari rantai makanan ekosistem di alam bebas. Artinya, para hewan-hewan itu adalah penyeimbang alam.

Tak banyak pula masyarakat yang mengetahui jika di luar habitatnya, para binatang itu mempunyai potensi penyebar penyakit berbahaya. Satwa liar ini adalah pembawa virus dan bakteri. Persentuhan dengan manusia mengakibatkan munculnya sejumlah penyakit baru. Ini disebut zoonosis.

Berdasarkan penelitian, sejumlah primata (jenis kera) dapat menularkan rabies dan tuberkolosis. Jenis burung dapat menularkan berbagai flu. Inilah alasan penting untuk menjauhkan mereka dalam lingkungan manusia.

Hal lainnya, sisi liar satwa tak mungkin bisa dijinakkan dengan mudah. Itu yang membedakannya dengan hewan peliharaan pada umumnya. Kucing, anjing, jenis unggas, atau hewan ternak lainnya.

Sebab itu, mulai saat ini berhentilah memelihara hewan liar atau satwa yang dilindungi. Jika terlanjur, serahkanlah kepada petugas. Pasti akan difasilitasi. Untuk kemudian dilepasliarkan di alam bebas. Di sanalah tempat terbaik mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here