Lestarikan Rimba Kita

0
10
Gambar diatas hanyalah ilustrasi

Keanekaragaman hayati atau biodiversitas. Kata yang sering didengar, tapi dilupakan makna dan fungsinya bagi sebagian orang. Padahal, keberadaannya sungguhlah besar bagi kemaslahatan manusia.

22 Mei lalu. Tanggal itu disepakati sebagai Hari Keanekaragaman Hayati Internasional (The International Day for Biological Diversity). Ditetapkan oleh PBB sejak bulan Desember 2000. Disepakati oleh banyak negara di dunia.

Hari Keanekaragaman Hayati ini diharapkan  dapat menggugah semua negara untuk melaksanakan dan mencintai dan menjaga, serta melestarikan semua kehidupan yang ada di alam.

Keanekaragaman hayati sendiri adalah keberagaman di antara makhluk hidup dari semua sumber.  Termasuk di antaranya daratan, lautan, dan ekosistem akuatik (perairan) lainnya, serta komplek ekologi. Mencakup keanekaragaman dalam spesies, antara spesies dengan ekosistem.

Salah satu keanekaragaman hayati yang sering menjadi sorotan adalah hutan hujan tropis. Kawasan ini  merupakan rumah bagi keanekaragaman spesies flora dan fauna yang paling kaya.

Indonesia adalah negara yang mempunyai tutupan hutan hujan  tropis terluas ketiga di dunia, setelah Brazil dan Congo.  Meski demikian, Indonesia memiliki keunikan ekosistem karena kondisi wilayahnya sebagai negara kepulauan.

Hutan dengan tegakan pohon tinggi, atasnya membentuk kanopi ini juga ada  di Kalsel. Rimba  di sepanjang gugusan Pegunungan Meratus. Membentang melintasi delapan kabupaten. Tumbuh di daratan bervariasi. Mulai landai hingga curam. Dengan beberapa daerah aliran sungai (DAS) yang hampir seluruhnya berhulu di sana.

Hutan hujan ini menjadi rumah bagi ribuan jenis spesies tumbuhan dan hewan. Ada yang sudah ditetapkan dengan status langka. Karenanya dilindungi undang-undang.

Lebih dari itu, ekosistem hutan hujan tropis ini juga memberikan jasa lingkungan strategis. Ia berfungsi sebagai pengatur iklim, serta konservasi tanah dan air. Manfaat lainnya sebagai penyimpan karbon.

Ekosistem hutan tropis memberikan jasa lingkungan yang penting  sebagai pengatur iklim dan konservasi tanah dan air.

Ketika ekosistem hutan hujan tropis terganggu, apalagi rusak, maka keseimbangan alam menjadi kacau. Selain keanekaragaman hayati terancam, yang lebih menakutkan adalah bencana  terjadi. Sebutlah longsor, banjir, dan suhu udara meningkat dan mengubah iklim mikro.

Karena itu, dengan momentum Hari Keanekaragaman Hayati Internasional tersebut, mari kita menggugah diri, lingkungan terdekat, dan masyarakat luas untuk bersama menjaga dan melestarikan hutan hujan tropis di Kalsel. *

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here