MADU LESTARI UPAYAKAN KUALITAS DAN KUALITAS PRODUKSI

0
31

KPH Kayu Tangi meninjau langsung lokasi KTH Madu Lestari yang saat ini tengah berupaya menjaga kualitas dan kuantitas madu mereka,berlokasi di desa Angkipih kecamatan Paramasan yang masuk dalam wilayah kerja Resort Pengelolaan Hutan Sungai Pinang meliat langsung stup madu kelulut, kamis (14/2).

Memisah koloni dari stup indukan yang telah ada menjadi tantangan tersendiri bagi para KTH madu,khususnya KTH Madu Lestari. Belajar memisah koloni ini adalah salah satu tantangan untuk menjawab pengadaan stup madu kelulut yang selama ini indukanya didapatkan dari alam, dengan harapan kedepanya apabila berhasil dan kualitas serta kuantitas nya bagus akan menjadi langkah awal untuk ketersediaan stup indukan madu kelulutnya dari pemisahan koloni yang stup nya diolah sedimikian rupa agar bisa menjadi sarang dari indukan madu untuk berkembang biak dan menghasilkan madu yang baik pula.

Paman Riwan adalah salah satu anggota KTH Madu Lestari yang juga bersama ketua KTH nya mencoba melakukan pemisahan koloni ke media stup yang diolah sedemikian rupa untuk menjadi wadah / sarang berproduksinya madu kelulut nantinya. Sampai saat ini stup madu dari pemisahan koloni berhasil berkembang biak dengan baik,namun belum dilakukan pemanenan, bertahap untuk proses peercobaan pembelajaran ini nantinya setelah dpanen akan dilihat kembali perkembanganya stelah 6 bulan, apabila nantinya indukan dari pemisahan koloni ini dapat beranak biak kembali ratunya,maka kemungkinan berhasil dan bisa dikembangkan kembali proses pemisahan ini akan diteruskan,guna menjawab penyediaan stup madu kelulut ini agar tidak dari alam lagi,atau tidak dengan menebang lagi.

Iwan selaku ketua kelompok tani Hutan Madu lestari mengatakan,”saat ini kami sedang berupaya menjaga kualitas dan kuantitas madu kelulut dari stup yang tersedia,saat ini memang sudah kurang lebih satu bulan belum melakukan pemanenan,karena ingin menjaga kestabilan ketersedian madu kelulut dan kualitasnya diharapkan terus lebih baik lagi,sebenarnya bisa dipanen,namun untuk memperkaya koloni madu didalam setup maka kami menunda panennya”.

Dari 100 stup bantuan yang diterima semuanya berkembang dengan baik, sudah dicoba pemisahan indukan koloni ini 5 stup dari 100 tersebut, dan koloni tidak ada yang kabur dan terus memproduksi madunya,diharapkan hal ini terus berjalan dengan baik dan tanpa ada hambatan,sehingga bisa menaikan perekonomian KTH dan memacu warga lainya untuk mengembangkan madu lebah kelulut ini. (Syamsu Rijal S.Hut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here