Mandi Angin Semakin Top, Semakin Membanggakan

0
4

MANDIANGIN – Mendung menyelimuti ekowisata Tahura Sultan Adam Mandiangin. Dari pagi hingga sore Minggu (5/1),  terlihat awan tebal menghiasi pemandangan dari ketinggian puncak Tengger. Di rumah jaga, sekaligus sebagai pos retribusi terpantau kendaraan roda dua dan roda empat memasuki kawasan, bahkan ada beberapa motor roda dua yang masih memakai jas hujan. Mereka akan menikmati akhir liburan di kawasan ini.

Tim Media info yang melihat langsung beberapa spot,  hampir semua dipenuhi pengunjung. Seperti plaza Soeharto, habituasi satwa, air terjun Putri, mandin Putri Kembar dan kolam Belanda. Namun, yang  tetap menjadi favorit  adalah Puncak Panorama (Tengger) dan rumah pesanggrahan Rakyat di Bukit Besar.

Wulan, pengunjung dari Banjarmasin mengatakan ia beserta keluarga berkunjung ke Tahura Sultan Adam untuk menghabiskan waktu liburan setelah tahun baru.

“Kami melihat Tahura Sultan Adam sering di-posting di media sosial Facebook. Membuat penasaran saja. Ingin melihat secara langsung kehebohannya. Ternyata benar, indah sekali. Saya takjub melihat pemandangan di puncak Panorama Tahura ini,” ujarnya.

Ia mengaku, terakhir ke Tahura Sultan Adam Mandiangin pada akhir tahun 2018 lalu. Namun, setelah setahun berlalu, nuansanya berbeda sekali. Sarana dan prasarananya semakin baik. Bersih dan nyaman. Akses jalannya juga mantap.

“Sebagai warga Kalsel, saya bangga dengan adanya objek wisata alam seperti ini. Tak perlu jauh lagi ke pulau Jawa. Di sini,  tak kalah cantik view-nya dengan di sana,” kata Wulan.

Pengunjung lainnya dari Banjarbaru, Roni saat berada di spot Puncak Panorama mengatakan ia bahkan sangat sering ke Tahura Sultan Adam Mandiangin. “Tak pernah bosan. Pelayanan petugasnya top dan familiar. Juga sangat aman bagi pengunjung,” katanya.

Walau begitu, ia menyayangkan kesadaran beberapa pengunjung masih kurang. Banyak yang tidak mengindahkan aturan yang ditetapkan pengelola. Seperti jangan mematikan mesin motor saat menurun, supaya sepatu atau sendal dilepas saat berfoto di heksagonal. Juga soal membuang sampah.

“Next time,  kami akan ke sini lagi bersama keluarga. Ini objek wisata kesukaan kami. Murah, dekat, alamnya memikat,” pungkas Roni. Sebelumnya, Sabtu (4/1) malam, gerimis turun di Mandiangin. Cuaca terasa sangat dingin. Ratusan muda mudi memenuhi kawasan Puncak Bukit Besar (Reviter). Puluhan tenda doom juga terpasang. Bahkan, denting gitar menyeruak di keheningan malam.

“Kami menikmati keindahan alam di awal tahun 2020. Biar dingin,  tapi asyik,” celutuk  Risma, salah seorang pengunjung. Walau bermalam, di kawasan ini keamananannya tak diragukan. “Selain pemandangan yang asyik. Udaranya sejuk, kami merasa sangat nyaman dan aman camping di sini. Petugas juga rutin berpatroli,” kata Risma.

Kepala Sub Bag Tata Usaha Tahura Sultan Adam, H Paisal Rija yang selalu memantau di kawasan ini mengucapkan terima kasih kepada semua pengunjung yang telah menjadikan Tahura Mandiangin sebagai tempat berlibur.

“Kami akan selalu berbenah untuk kenyamanan pengunjung. Silakan berikan saran dan ide-ide kreatif untuk Tahura Go International,  Geo Park,” pungkasnya. (rizani/tahura)

——————————————-

Ayo Bantu Kami Melestarikan, Menjaga Lingkungan Hidup dan Hutan Kalimantan Selatan dengan follow akun sosmed Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan :

Facebook : facebook.com/DishutProvKalsel

Instagram : instagram.com/DishutProvKalsel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here