BARABAI – Meski terkadang hujan masih turun, tapi sebenarnya sudah memasuki musim kemarau. Tingkatkan kesiagaan menghadapi potensi adanya kebakaran hutan dan lahan. Aktifkan fungsi Masyarakat Peduli Api di desa, bisa dengan patroli memantau daerah rawan kebakaran lahan dan sosialisasi penyebab kebakaran hutan, serta dampaknya.

Begitu instruksi Kepala KPH Hulu Sungai, Rudiono Herlambang, saat memantau tanaman Sengon, Sabtu (20/7) di RHL KTH seluas 25 hektare pada kawasan hutan produksi tahun 2019. Program ini dilaksanakan oleh KTH Bindang Bersama, salah satu KTH yang turut mengelola LPHD Haruyan Dayak, di Desa Haruyan Dayak Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Sesekali Rudiono memberikan pertanyaan kepada penggarap lahan dan Ketua LPHD Haruyan Dayak, Mardi. “Pupuk sudah kami bagikan ke tiap anggota yang melaksanakan kegiatan penanaman ini. Tapi saat ini belum bisa memupuk karena harinya terlalu panas,” jawab Mardi saat ditanya masalah pupuk untuk Sengon.

Ia juga menyatakan bahwa semua angggota sudah menyelesaikan penanaman dengan total luas tanam sebesar 25 hektare.

“Sampai saat ini, sejauh pantauan kami, sengonnya tumbuh subur. Bahkan yang mati telah kami sulam,” tambahnya.

Kasi Perlindungan Hutan KPH Hulu Sungai, Karlan bersama Kasi Pemanfaatan Hutan, Penyuluh Kehutanan dan Bakti Rimbawan, mengimbau agar masyarakat di dalam dan sekitar hutan Desa Haruyan Dayak untuk tetap aktif menjaga kelestarian hutan.

“Desa Haruyan Dayak termasuk daerah hulu, tolong pohon – pohon besar dalam hutan tetap dijaga. Selain sebagai pengikat air, juga sebagai penahan erosi. Lahan – lahan kosong ditanami. Bibit bisa diambil di persemaian KPH Hulu Sungai di DesaTaniran, Kecamatan Angkinang, HSS atau di BPTH dan BPDASHL di Banjarbaru. Kalau di sini gundul, daerah bawah akan banjir,” kata Karlan. (risna/kphhulusungai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here