PELUANG MERAIH RUPIAH DENGAN PENGEMBANGAN TANAMAN CENGKEH

0
47

Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum atau yang familiar dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama “Cengkeh” merupakan salah satu jenis rempah yang memang identik dengan Indonesia, bahkan Cengkeh adalah salah satu jenis rempah yang menjadi latar belakang bangsa-bangsa Eropa pada zaman dulu datang ke Nusantara

Cengkeh sudah menjadi salah satu komoditas yang cukup penting dalam perdagangan, khususnya rempah-rempah.  Di Indonesia sendiri tanaman Cengkeh banyak ditemui diberbagai daerah  di Sulawesi seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan serta Sulawesi Tenggara

Budidaya Cengkeh sangat menguntungkan karena harga per kilogram bunga cengkeh di pasaran dapat mencapai Rp.100.000,- sampai Rp. 200.000,-. Hanya saja saat ini produksi Cengkeh Indonesia masih belum dapat mencukupi kebutuhan cengkeh dalam negeri sehingga masih harus impor dari negara lain, peluang ini tentu sangat baik jika kita manfaatkan karena jika kebutuhan akan bahan baku Cengkeh tinggi maka tidak akan sulit untuk mencari peluang pemasarannya.

Kabupaten Kotabaru merupakan wilayah kepulauan yang banyak dihuni beragam suku dari banjar, jawa, Bugis dan Mandar . tanaman cengkeh  banyak di temukan di wilayah kabupaten Kotabaru khusus nya di daerah pesisir yang banyak di huni oleh suku bugis dan mandar. Beberapa Desa penghasil cengkeh terdapat di Desa Teluk Kemuning, Teluk Aru, Desa Gedambaan, Desa Teluk Gosong dan Desa Sarang Tiung. Saat ini produksi cengkeh masih terbatas pada bunga yang dijual dalam bentuk kering. Sedangkan sisa hasil panen seperti tangkai bunga dan daun belum termanfaatkan.

Bagian dari pohon cengkeh yang dapat dimanfaatkan antara lain bunga, ranting dan daun. Bunga pohon cengkeh di manfaatkan selain sebagai rempah-rempah juga di manfaatkan untuk bahan baku campuran rokok. Daun dan tangkai digunakan sebagai bahan baku minyak atsiri yang digunakan untuk minyak gosok dan kesehatan yang bernilai jual. tinggi.

Kesatuan Pengelolaan Hutan Pulau Laut Sebuku pada tahun 2017 Melaksanakan kegiatan pengembangan Agroforestry  seluas 20 Ha pada Kawasan hutan Lindung Gunung Jambangan Melalui Pola Kemitraan Kehutanan KPH Pulau Laut Sebuku dengan Kelompok Tani Jambangan Lestari    tanaman pokok yang di tanam dan di kembangkan jenis Durian dan Cengkeh yang dipadukan dengan tanaman Sela Sereh Wangi. Pengembangan komoditas cengkeh juga perlu didukung dengan pengadaan alat suling minyak atsiri sehingga semua bagian pohon cengkeh dapat bermanfaat dan meningkatkan pendapatan masyarakat.  (Rohimah, S.Hut)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here