PERSEMAIAN ANGGOTA FORUM PTH DUKUNG PENGEMBANGAN JENIS LOKAL ENDEMIK

0
52

Salah satu rumusan Forum Perbenihan Tanaman Hutan medio Pebruari 2019 lalu, yaitu membangun sumber benih/bibit berkualitas untuk penuhi kebutuhan benih di Kalsel. Upaya itu, telah dirintis Dishut Prov. Kalsel melalui BPTH dengan kunjungan ke pembibitan milik anggota Forum PTH, Hanif Wicaksono di Desa Gambah Luar Kec. Kandangan Kab. HSS, Sabtu (13/04).

Dibangun dengan biaya mandiri, di persemaian seluas 8 x 20 meter ini telah tersedia shaded area 8 x 8 meter untuk naungan jenis-jenis lokal endemik. Jenis bibit yang tersedia ada lebih 100 spesies dari 8 jenis Sapindaceae yang terdiri dari buah lokal endemik Kalsel dan tergolong langka (jenis durian, nangka, asam dan lain-lain), asal benih dari Desa Marajai Kec. Halong Kab. Balangan. Dari desa ini, diketahui banyak terdapat jenis-jenis buah langka yang layak dikembangkan antara lain buah rurawa, kusit, langsat, kungkuni, tewadak, tarusung, pepakin, landur, pulasan, binturong, traku, patikala, lahong, sungsum, buah manja, akar sait, maharawin, ramania dan buah luying.

Pemanfaatan bibit tersebut utamanya untuk kebutuhan pelestarian, selain itu untuk penuhi permintaan masyarakat sekitar juga instansi pemerintah/swasta, sekolah dan civitas akademika, antara lain dari Kebun Raya Banua, Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Balangan, PT. Sinar Mas site Tarjun, Yayasan Bekantan dan lain-lain.

Diterangkan oleh Hanif, pemilik persemaian, pengumpulan dan pengembangan jenis lokal endemik ini bukan tanpa alasan, selain fungsi pelestarian, diharapkan tempat ini menjadi sentra pengembangan benih jenis lokal endemik. “Direncanakan antara tanggal 25 sampai dengan 27 April nanti di Rantau, akan diadakan bedah buku karangan saya tentang buah langka di Kalsel, acara ini diprakarsai oleh PT. Antang Gunung Meratus”, jelas Hanif sembari berpromosi. Bedah buku ini juga sekaligus mengenalkan ke khalayak luas tentang potensi dan keanekaragaman buah-buah lokal endemik yang ada di Kalsel khususnya Desa Marajai.

Hanif berharap agar setiap kepala keluarga di pekarangan Desa Marajai ada menanam durian unggul yang diberikan gratis olehnya dengan barter biji, buah atau anakan buah langka dan lokal endemik. “Biji atau anakan ini kemudian akan saya kembangkan lebih lanjut di persemaian”, tegasnya.

Sebagai salah satu pioneer di bidang pembibitan buah langka, Hanif berkeinginan untuk mewujudkan pembangunan kebun induk untuk SDG (Sumber Daya Genetik) jenis buah langka dan endemik Kalsel. Keinginannya ini direspon positif oleh Kadishut Prov. Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, melalui Rencana Tindak Lanjut (RTL) Forum PTH dengan penganggaran pembangunan sumber benih tanaman lokal di tahun 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here