KANDANGAN – Awalnya,  Ahmad Rapi’i, warga Desa Gambah Luar Kecamatan  Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan keberatan  menyerahkan buaya, hewan melata berkaki 4 yang sudah dipeliharanya sekitar 1,5 tahun.

“Saya mendapatkannya di daerah Desa Sungai Danau.  Waktu itu masih kecil sekali. Mungkin baru menetas dan terpisah dari induknya,” kata  Rapi’i mulai menceritakan kenangannya bersama reptil bergigi tajam tersebut.

Ya, sore Kamis (12/3) pukul 17.30 Wita, personel Polhut KPH Hulu Sungai bersama BKSDA Kalsel datang ke rumah Rapi’i.  Bukan tanpa maksud,  kedatangan 8 aparat gabungan ini karena menerima laporan, ada warga yang memelihara buaya di Gambah Luar.

Semula menolak,  dengan pendekatan dan memberikan pemahaman tentang satwa yang dilindungi, akhirnya Rapi’i berbesar hati. Ia ikhlas menyerahkannya ke petugas.

Segera, tim langsung mengevakuasi buaya muara (Crocodylus porosus),  dengan panjang mencapai 1,2 meter itu.

“Saat evakuasi, tetangga terkejut. Mereka tidak menyangka ada warga yang memelihara buaya.  Tapi sekarang sudah bisa tenang,” ucap Hendra yang saat  itu ditunjuk memimpin evakuasi.

Hendra juga menambahkan bahwa reaksi warga amat gembira dan tidak merasa was – was lagi terhadap bahaya adanya buaya di permukiman. (risna/kphhulusungai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here