PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DITINGKAT TAPAK

1
115

Degradasi hutan di lndonesia mencapai 1 juta Ha/tahun, salah satu faktor penyebab terjadinya degradasi hutan tersebut adalah disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan yang selalu terjadi setiap tahun hampir di seluruh wilayah indonesia dengan luas hutan dan lahan yang terbakar berkisar antara 100 sampai 1.000an Ha/tahun. Berdasarkan data Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas areal kebakaran hutan dan lahan di Indonesia cenderung meningkat dari 4.918,74 Ha pada tahun 2013 menjadi 11.127,49 Ha pada tahun 2017.

Kebakaran hutan dan lahan yang setiap tahun hampir terjadi diseluruh wilayah lndonesia umunnya disebabkan oleh faktor alam dan faktor manusia. Kebakaran hutan dan lahan yang paling sering dan sangat umum terjadi adalah kebakaran hutan dan lahan yang diakibatkan oleh faktor manusia baik disengaja maupun akibat kelalaian. Pembakaran hutan dan lahan untuk membuka lahan masih sering ditemukan dengan alasan bahwa membuka lahan dengan cara dibakar cepat, murah dan hemat tenaga.

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi menimbulkan dampak yang sangat merugikan antara lain berdampak langsung pada kerusakan ekosistem hutan. Kebakaran hutan dan lahan berakibat pada matinya berbagai jenis flora dan fauna, menurunnya daya dukung hutan sehingga mengakibatkan tanah longsor dan kebanjiran pada musim hujan serta kekeringan pada musim kemarau. Kebakaran hutan dan lahan juga sangat berdampak pada sektor sosial, ekonomi dan politik. Tingginya kandungan CO2 diudara berdampak buruk pada kesehatan sehingga biasanya pada puncak terjadinya kebakaran hutan dan lahan terjadi peningkatan pasien penderita ISPA. Kebakaran hutan dan lahan juga berdampak signifikan pada sektor ekonomi, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan sangat mengganggu penerbangan sehingga banyak jadwal penerbangan yang tertunda atau bahkan dibatalkan dan ini sangat mengganggu perekonomian masyarakat. Kabut asap akibat kabakaran hutan dan lahan tidak hanya dirasakan di Indonesia namun juga dirasakan oleh beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Hal ini secara politik sangat merugikan bagi Indonesia karena Indonesia di cap sebagai negara perekspor asap.

Mengingat besarnya kerugian dan dampak yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan maka tindakan pencegahan adalah suatu keharusan yang dilakukan agar kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir. Tindakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang dapat ditempuh ditingkat tapak diantaranya adalah :

  1. Penyuluhan tentang bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan penyuluhan tentang bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan bertujuan untuk memberikan informasi secara langsung kepada masyarakat tentang apa bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan. Dengan diketahuinya bahaya dan dampak dari kebakaran hutan dan lahan diharapkan masyarakat sadar, mau dan mampu melakukan tindakan pencegahan dan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan;
  2. Sosialisasi peraturan perundang-undangan tentang kebakaran hutan dan lahan. Dengan sosialisasi peraturan perundang-undangan ini diharapkan masyarakat mengatahui sanksi dan konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan;
  3. Membuat dan menyebarluaskan himbauan dan larangan pembakaran hutan dan lahan melalui media penyuluhan berupa spanduk, laplet, brosur dan media lainnya. Mendirikan posko pada daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dan penempatan porsonil pemadam beserta sarana prasarana pemadaman serta memasang papan peringatan dan larangan membakar hutan dan lahan;
  4. Membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Terbentuknya kelompok Masyarakat Peduli Api diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan;
  5. Penyediaan sarana dan prasarana pemadaman dan peningkatan kapasitas anggota MPA. Kegiatan pencegahan dan penganggulangan kebakaran hutan dan lahan akan efektif apabila sarana dan prasarana serta kapasitas anggota MPA memadai;
  6. Koordinasi antar semua pihak. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan adalah tanggungjawab semua pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat. Sinergi antar semua pihak diharapkan dapat menjadi kunci suksesnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Dengan ditempuhnya langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan ditingkat tapak diharapkan dapat menurunkan luasan atau bahkan dapat membebaskan Indonesia dari kebakaran hutan dan lahan serta mewujudkan hutan yang lestari dan masyarakat sejahtera. (Riza Ali, S. Hut)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here