PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN SAMPAH DESA BELANGIAN UNTUK MENYAMBUT DESA WISATA DUNIA

0
67

Sampah merupakan permasalahan yang sering muncul dalam pengelolaan suatu wilayah bahkan bisa menjadi masalah serius kalo tidak ditangani dengan baik dan benar. Terutama pada tempat-tempat wisata yang banyak dikunjungi orang. Budaya masyarakat di indonesia secara umum berkaitan kurang baik dalam hal kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Tempat wisata yang banyak dikunjungi orang berpotensi menghasilkan sampah yang banyak dan ditambah dengan kebiasaan masyarakat kita membuang sampah sembarangan dilokasi wisata akan menimbulkan kesan kumuh dan jorok. Hal tersebut bisa menurunkan nilai estetika dari obyek wisata tersebut.

Berdasarkan pada memikiran tersebut, perlunya adanya upaya menjaga kebersihan lingkungan Desa Belangian dan membentuk kesadaran masyarakat Desa Belangian untuk menjaga kebersihan lingkungan desa. Upaya yang telah dilakukan masyatakat Desa Belangian saat ini membangun tempat sampah di depan masing-masing rumah warga. Tempat sampah yang dibuat warga berupa potongan drum besi yang dibenamkan dalam tanah sehingga tempat sampah tersebut tidak nampak dan tidak menganggu pemandangan halaman rumah warga. Jadi sampah yang ada didepan halaman rumah warga akan di kumpulkan didalam tempat sampah tersebut. Pengelolaan sampah yang telah dilakukan masyatakat Desa Belangian, untuk sampah organik ditimbun di belakang rumah untuk dijadikan kompos dan sampah unorganik dibakar ditempat sampah.

Dengan upaya masyarakat Desa Belangian yang telah lakukan lingkungan Desa Belangian terlihat lebih bersih, halaman rumah juga tidak nampak tumpukan daun dan sampah lainnya, got atau saluran air juga bersih sehingga air bisa mengalir dengan baik. Lingkungan desa juga nampak asri dengan berbagai macam tanaman di halaman rumah masing-masing warga.

Namun untuk menunju Desa Belangian sebagai Desa Wisata dunia upaya masyarakat Desa Belangian lakukan masih tidak cukup sebatas mengelola sampah dengan membakar sampah unorganik dan menumpuk sampah organik. Tapi harus melakukan upaya yang lebih dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah. Karena tidak menutup kemungkinan jika Desa Belangian ditetapkan sebagai Desa Wisata dan dipromosikan ke berbagai tempat, kunjungan orang ke Desa Belangian akan meningkat dan akan menimbulkan potensi sampah yang besar juga. Jika tidak diantisipasi mulai sekarang, masalah sampah akan menjadi masalah penting dalam pengelolaan Desa Wisata Belangian.

Dalam mengatiqsipasi masalah sampah dan pengelolaannya untuk pengembangam Desa Wisata Belangian kedepannya, Dinas Kehutanan berdasarkan arahan Kepala Dinas Kehutanan melakukan langkah-langkah seperti pembangunan Rumah Kompos dengan berbagai sarana pendukungnya seperti alat angkut sampah, alat pencacah bangunan dan bak sampah sepanjang jalan untuk menampung sampah dari pengunjung. Selain memfasilitasi dalam pembangunan fisik, Dinas Kehutanan juga memfasilitasi dalam peningkatan Sumber Daya Manusia masyatakay Desa Belangian dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah melalui sosialisasi dan pelatihan pengelolaan dan pamanfaatan sampan. Pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan dan pemanfaatan sampah dilaksanakan dengan menjalin kerjasama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan untuk pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan Dinas Lingkungam Hidup Kabupaten Banjar dalam hal pemanfaatan sampah unorganik menjadi berbagai macam barang daur ulang dan bank sampah. Melalui pelatihan pengelolaan dan pemanfaatan sampah diharapkan sampah tidak menjadi masalah melaluikan bisa menjadi hasilan tambahan untuk warga dengan produk kompos dan hasil olahan sisa sampah untuk kerajinan.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil Dinas Kehutanan dalam menyiapkan Desa Belangian menjadi Desa Wisata Desa terutama  penanganan sampah bisa menjadikan Desa Belangian sebagai tempat tujuan obyek wisata zero wasted. (Denny Purnomo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here