Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Hari Hutan Internasional dan Hari Air Sedunia yang bertema Bertema Geopark, memaksimalkan potensi produk hasil hutan non kayu kawasan pengunungan meratus, Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan menyelenggarakan Diskusi Lingkungan dengan narasumber dari Dinas Kehutanan Prov Kalsel yakni Saberansyah, S.Hut yang bertempat di Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan Jl. A. Yani KM.12,5 Gambut Kabupaten Banjar.

Dalam paparannya Saberansyah mengatakan Hari Bumi menjadi tema yang menarik untuk mendukung konsep pembangunan ekonomi hijau (green economy development) sebagai jawaban bahwa bumi telah memberi servis lingkungan dan kebutuhan hidup kepada seluruh makluk hidup dengan cuma-cuma. Sementara manusia sebagai khalifah bumi justru telah merusak instalasi raksasa bumi dalam menyediakan oksigen, air, pangan, pakan pupuk, obat, temperatur, dan sumber kehidupan lain.

Karena itu, imbuhnya, upaya perbaikan kualitas lingkungan hidup di bumi perlu kontribusi yang nyata dari berbagai pihak dalam hidup keseharian. Kuncinya, setiap manusia perlu membuat harmoni dengan bumi, sehingga bumi senantiasa menyediakan air, udara, kelembaban, temperature dan penopang kehidupan yang sesuai dengan jumlah dan kualitas yang dibutuhkan.

Melalui beliau juga, Kadishut DR. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut, MP menyampaikan kebijakan strategis Dishutprov terkait pengembangan HHBK di Kalsel yang antara lain pengembangan budidaya dan diversifikasi tanaman bambu, kayu manis, madu kelulut, sereh wangi, kemiri dan jengkol. Kemudian tentang kebijakan 36 geosite yang ada dalam Geopark Meratus akan dijadikan destinasi wisata serta tentang pemberdayaan masyarakat dalam mengelola hutan dengan skema perhutanan sosial.

Antusias peserta diskusi peserta dalam menggali ilmu tentang lingkungan hidup dan kehutanan terlihat dengan banyaknya pertanyaan seputar pelestarian alam, mencegah kerusakan alam hingga sanksi tegas yang diberlakukan bagi perambah dan pembalak liar perusak hutan Indonesia. Hari Bumi diharapkan untuk menyatukan umat manusia dalam upaya menyelamatkan satu-satunya tempat tinggal kita bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here