MARTAPURA  – KPH Kayu Tangi mendapatkan informasi dari Masyarakat Mitra Polhut yang berada di tingkat tapak terkait adanya aktivitas angkutan kayu ulin dari penebangan liar di kawasan hutan Sungai Pinang, Desa Belimbing Baru.

Setelah melakukan operasi intelijen, aparat Polhut dan TKPH, Selasa (9/7) tadi, ditemukan barang bukti hasil penebangan kayu ulin yang ditinggalkan. Belum sempat diangkut.

Ada kemungkinan kayu tersebut sengaja ditinggal,  dikarenakan sudah adanya kebocoran operasi yang digelar. Saat aparat kehutanan berada di lokasi, para pelaku penebangan tak dijumpai.

Sedikitnya 29 batang kayu ulin akhirnya diamankan petugas dan dibawa ke KPH Kayu Tangi untuk dikoordinasikan ke Dinas Kehutanan Kalsel.

Barang bukti pembalakan liar tersebut kini disita dan disimpan di Dinas Kehutanan Kalsel di Banjarbaru. Kayu-kayu ulin hasil illegal logging itu diterima Hendra Arianto dari Dishut. Hendra pada kesempatan itu menyampaikan harapan kepada KPH Kayu Tangi agar lebih mengintensifkan operasi lapangan.  Untuk mengamankan hutan di tingkat tapak. Sehingga bisa menghentikan atau mengurangi praktik pembalakan liar. (ade/kphkayutangi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here