PARINGIN – Desa Liyu di Kecamatan Halong merupakan kampung  yang tebilang unik. Setiap keluarga memiliki kebiasaan menanam anggrek berbagai jenis di halaman rumah. Fenomena itulah yang  membuat KPH Balangan semakin yakin menjadikan Liyu sebagai sentra budidaya anggrek di Kabupaten Balangan.

Megi Raya Suseno, salah satu warga mengatakan ada beberapa jenis tanaman anggrek di Liyu. Antara lain anggrek bulan, anggrek kuku macan , anggrek tebu dan masih banyak ratusan spesies lainnya.

“Desa kami sangat berpotensi untuk menjadi kampung anggrek Meratus. Kondisi cuaca dan struktur tanah di wilayah kami cukup mendukung pengembangan dan budidaya tanaman anggrek,  terlebih setiap warga kami hampir 95 persen memiliki tanaman anggrek di halaman rumahnya,” Megi, Rabu (11/12).

Warga Liyu yang lain, Riduan menambahkan warga masih kesulitan dalam membudidayakan anggrek,  meskipun mereka sejak lama memelihara tanaman tersebut. Dikarenkan belum pernah melakukan budidaya secara profesional terhadap tanaman tersebut.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Penyuluhan dan Perhutanan Sosial (PMPPS) Dishut Kalsel, Gede Arya Subakti  yang berkunjung ke Liyu mengatakan dishut akan memfasilitasi dalam pembudidayaan anggrek. Baik untuk cara penyerbukan,  maupun proses menanam dengan menggunakan botol.

“Dishut Kalsel melalui KPH Balangan sudah memfasilitasi pembuatan rumah anggrek dan kita mengharapkan agar jenis-jenis anggrek dapat dikumpulkan dalam satu ruangan agar lebih terjaga,” ungkap Gede.

Ia menambahkan tinggal sistem dan aturan main tentang pengetahunan budidaya anggreknya saja yang nantinya akan ditingkatkan. (rina/kphbalangan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here