Pambakal Ami : Banyak Wisata Alam Tersembunyi

BANJARBARU – Desa Paau Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar,  yang berada di pesisir waduk Riam Kanan termasuk di kawasan ekowisata Tahura Sultan Adam,  ternyata memiliki destinasi wisata jeram alam yang tersembunyi. Yaitu Batu Balian. Minggu (25/8), Media Info Tahura Sultan Adam mengunjungi dan melihat secara langsung objek wisata tersebut, sekaligus menggali informasi destinasi wisata yang ada di desa itu.

Didampingi oleh kepala desa Paau, aparat desa dan Pokdarwis Penyaluhan Indah beserta anggotanya, Media Infor Tahura Sultan Adam bersama sama ke lokasi jeram Batu Balian. Setelah beberapa saat di sana, rombongan motor trail dari Banjarbaru datang bergabung. Di antara rombongan tersebut turut serta Kabid Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Banjar, Faisal Riza,  yang baru saja mengikuti touring dari desa Kiram ke desa Paau.

Faisal mengatakan sangat mendukung dalam pengembangan wisata di desa Paau yang kelola Pokdarwis Panyaluhan Indah, mengingat Batu Balian ini sangat dekat dengan permukiman warga. Tinggal dipoles sedikit,  maka akan bisa bersaing dengan jeram-jeram yang lain.

Kepala Desa Paau, Namianor mengatakan banyak destinasi wisata yang perlu dipromosikan dan dikembangkan. Diantaranya air terjun Penyaluhan Luar, Penyaluhan Dalam, Mandin Skendet, Puncak Haur Bunak, dan lokasi lainnya.

Dari beberapa air terjun tersebut,  ia menjelaskan sebagian bisa ditempuh dengan kendaraan roda 2 dari desa Paau. Air terjun tersebut juga sudah dikelola pokdarwis.

Ketua Pokdarwis Penyaluhan Indah,  Ronadhani menjelaskan untuk ke jeram Batu Balian menempuh jarak 5 km atau dengan waktu 30 menit dari desa Paau.  “Saat ini kami fokus dalam pengembangan jeram Batu Balian. Di sini banyak sekali destinasi wisata yang layak dikembangkan nanti,” tuturnya.

Selain itu,  Pembakal Ami begitu sapaan aktar Kades Paau,  juga menginformasikan bahwa di desa mereka akan digelar selamatan hutan. Tradisi yang sudah dilakukan turun temurun. Menurut kepercayaan masyarakat Paau,  apabila tidak dilaksanakan akan ada serangan binatang dan hama yang mengganggu tanaman, bahkan mengancam keselamatan jiwa masyarakat setempat.

Adapun kebiasaan selamatan hutan ini dilaksanakan pada bulan Agustus atau September. Untuk tahun 2019 ini akan dilaksanakan selamatan hutan pada bulan September. “Kami akan undang  Tim Media Tahura dalam kegiatan ini,” kata Pembakal Ami.

Ia  berharap adanya promosi keberadaan wisata serta pembangunan sarana dan prasarana pada destinasi wisata yang ada di desa Paau,  khususnya di jeram Batu Balian.

Kepala Tahura Sultan Adam, Rahmad Riansyah saat dihubungi via telepon genggamn dan diceritakan tentang adanya destinasi wisata di desa Paau, menyatakan sangat mendukung dalam pengembangan kawasan tersembunyi di kawasan ekowisata Tahura Sultan Adam. Khususnya di desa Paau.

Nanti, lanjut dia, akan dibina kelompok tani hutan dan pokdarwis di desa tersebut untuk kemajuan wisata alam.  “Kepala Resor Pengelola Hutan bersama Penyuluh Kehutanan nantinya bisa menginventarisasi destinasi wisata yang ada di Paau,  serta membina dan mengarahkan untuk pengembangan,” pungkasnya (zani/thr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here