Revolusi Hijau di Desa

0
11
Gambar di Atas hanyalah Ilustrasi

Lahan seluas 40 hektare di Desa Angkipih, Kabupaten Banjar, Kalsel, siap ditanami pohon. Kelompok Tani Hutan di bawah binaan KPH Kayu Tangi Dinas Kehutanan Kalsel dan masyarakat setempat, bahu membahu untuk merehabilitasi lingkungan. Jika program dan aksi ini sukses, maka dalam beberapa tahun ke depan bakal tumbuh satu kawasan hijau nan asri.

Memulihkan lingkungan yang telah rusak, bukan semudah membalik telapak tangan. Strategi yang tepat, komitmen yang kuat, dan keberlanjutan program yang terencana, menjadi syarat mutlak. Tak bisa setelah pohon ditanam, kemudian ditinggalkan begitu saja. Ia harus dirawat, dipelihara, dan dijaga. Hingga tumbuh menjadi besar. Perlu waktu bertahun-tahun untuk melihatnya menjadi kawasan yang hijau.

Gerakan untuk memulihkan lingkungan hutan sungguhlah mulia. Manfaatnya tidak saja akan dirasakan generasi kini, tapi untuk anak cucu di masa mendatang. Setidaknya bagi masyarakat di desa tersebut, juga desa-desa tetangga. Mereka dengan bangga akan mengatakan, “kami beruntung masih punya hutan”.

Apa yang dilakukan di Angkipih, mestinya dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Banua. Memulihkan lingkungan yang telah rusak harus menjadi kesadaran dan aksi bersama.

Bayangkan kampung – kampung di Banua tercinta ini masing-masing punya Hutan Desa. Lalu, di kawasan perkotaan memiliki Hutan Kota yang refresentatif. Sungguh luar biasa.

Mungkinkah itu terwujud? Kenapa tidak! Bukankah Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor  telah mendeklarasikan Gerakan Revolusi Hijau? Mengajak semua komponen masyarakat untuk menggalakkan aksi menanam, menanam, dan menanam pohon. Mengembalikan kehijauan alam yang kini gersang.

Gubernur telah memulai, maka sejatinya cita-cita itu disambut suka cita oleh kepala-kepala daerah di kabupaten/kota. Digerakkan oleh para camat, direalisasikan oleh para lurah, kepala desa atau pembakal. Disokong oleh semua lapisan masyarakat.

Tentu tak mudah untuk mewujudkannya. Tanggung jawab ini bukan hanya menjadi domain Dinas Kehutanan, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen. Jika ada komitmen yang serius, dilandasi kesadaran bersama. Koordinasi yang mantap. Maka yakinlah impian ini dapat direalisasikan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here