Tak ada yang lebih membanggakan, jika apa yang kita lakukan menjadi acuan. Apalagi jika menyangkut kemaslahatan masyarakat dan lingkungan.  Gembira dan senang, pasti.

Suasana itulah yang kini dirasakan Pemprov Kalsel. Khususnya Dinas Kehutanan. Apa hal?  Pekan lalu,  Selasa (30/7), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar dan rombongan bicara dengan tulus.

Saat berkunjung ke kawasan Miniatur Hutan Hujan Tropika (MH2T) di jalan Abdi Praja Banjarbaru, ia menyaksikan tegakan pohon. Aneka jenis tumbuhan yang sejatinya ada di hutan, tumbuh subur di kawasan Kompleks Perkantoran Setda Pemprov Kalsel. Di atas lahan seluas 90 hektare.

Saat ini memang baru setinggi  1 hingga 3 meter. Meranti dan Ulin, pohon endemik Pulau Kalimantan masih dalam naungan Sengon dan Jabon. Maklumlah, MH2T sendiri baru dimulai pada akhir 2017 lalu.

Siti Nurbaya tak dapat menyembungikan rasa kagum. Ia bercerita, tahun 2016 pernah ke tempat ini. Saat itu  masih gersang dan didominasi semak belukar. Tapi kini, sepanjang mata memandang adalah tegakan pohon. Yang berbilang tahun kemudian bakal menjelma menjadi hutan. Di tengah kota.

MH2T hanyalah bagian dari program Revolusi Hijau yang dicanangkan Gubernur Kalsel, H Sahbirin. Banyak aksi nyata lain yang telah dilakukan untuk kelestarian lingkungan. Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS), penanaman kembali lahan kritis, mengajak warga gemar menanam, dan lain-lain.

Semuanya diatur berdasarkan regulasi formal. Punya payung hukum peraturan daerah (Perda).  Yang digodok bersama eksekutif dan legislator. Dijalankan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Siti Nurbaya begitu terinspirasi. Apa yang dilakukan Kalsel dengan Gerakan Revolusi Hijau, akan diadopsi oleh Kementerian LHK. Konsep dan regulasinya  dikembangkan untuk skala nasional.

Sang Menteri beraksi cepat. Sepekan kemudian, Jumat (2/8), di Manggala Wanabakti Jakarta, ia menggelar rapat koordinasi. Dengan para gubernur, kepala Bappeda, Dinas Kehutanan, dan Pertambangan dari berbagai provinsi. Termasuk Kalsel. Membahas rencana percepatan pemulihan lingkungan pada aktivitas pertambangan.

Konsepsi yang telah berjalan  2,5 tahun di Kalsel ternyata mengilhami kebijakan pemerintah pusat di sektor lingkungan hidup.  Tentu membanggakan. Tetapi lebih dari itu, jangan membuat kita terlena. Pengakuan itu haruslah menjadi motivasi dan semangat baru untuk berbuat lebih besar untuk lingkungan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here