ROMBONGAN FAMTRIP KEDUTAAN BESAR INDONESIA UNTUK FINLANDIA DAN ESTONIA TIBA DI KALSEL

0
51

Rombongan Kedutaan Besar Indonesia untuk Finlandia dan Estonia sudah tiba di Banjarmasin, rombongan yang berjumlah 16 orang tersebut mendarat di Bandara Syamsudin Noor sekitar 16.00 WITA dan disambut oleh Pemprov Kalsel bersama pihak terkait di VIP room bandara. Ada beberapa agenda yang akan ditujukan kepada rombongan tersebut. Selama kurang lebih lima hari di Banua, rombongan yang terdiri dari travel agen, jurnalis, dan kedutaan besar ini penuh dengan berbagai kegiatan, terutama mengunjungi destinasi wisata berbasis alam. Rombongan bertolak dari Jakarta di damping oleh Kepala Dinas Kehutanan Kalsel DR. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut, MP sebagai tindak lanjut kunjungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mempromosikan Kalsel.

Beberapa di antaranya objek wisata yang akan dikunjungi rombongan adalah Museum Wasaka, Pasar Terapung Lokbaintan, Pulau Bakut, Tahura Mandingan, Kahung, Kiram Park, Loksado, dan Haratai,” kata Kepala Dinas Kehutanan Kalsel DR. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut, MP. Kunjungan 16 orang yang terdiri dari 9 asli Finlandia-Estonia dan 7 orang Indonesia itu dijadikan momen untuk mempromosikan kepariwisataan daerah. Rombongan yang hadir selain dari KBRI untuk Finlandia dan Estonia, juga ada jurnalis dan agen travel setempat.

Mereka merupakan para awak media, operator dan asosiasi pariwisata di Finlandia dan Estonia disambut dengan Welcome Dinner Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H Abdul Haris. Sambil menyantap hidangan khas Banua termasuk Soto Banjar, para tamu asal negara baltik ini pun disuguhi penampilan tarian dengan iringan musik tradisional khas Kalimantan.

Wiwik yang merupakan pimpinan rombongan menjelaskan kedatangan mereka ke Kalsel merupakan tindak lanjut dari antusiasme masyarakat di Finlandia dan Estonia terhadap seni, kebudayaan dan alam Kalsel yang sempat dipamerkan di negara tersebut. Antusiasme masyarakat disana sangat besar terhadap Kalsel Tim Kebudayaan Tak hanya terpesona pada kebudayaan Kalsel, wisata alam di Kalsel yang miliki spesies endemik yaitu Bekantan menarik perhatian besar pada ajang tersebut.Dengan kedatangan para jurnalis baik koran, radio dan televisi hingga operator dan asosiasi pariwisata, Wiwiek berharap bisa lebih menggaungkan kearifan lokal di Kalsel dan tarik minat wisatawan ke Kalsel. Kita tau dengan peran media akan sangat besar pengaruhnya nanti karena akan bisa dilihat jutaan orang,” kata Wiwiek.

Abdul Haris optimis dengan memberikan sambutan yang baik dan hangat terhadap para tamu asal negara baltik dapat berpengaruh positif atas persepsi mereka terhadap Kalsel. Selain dijamu makan malam, para tamu asal Finlandia dan Estonia direncanakan masih akan berada di Kalsel beberapa hari untuk menikmati berbagai wisata termasuk juga wisata kuliner yang ada di Banua. Tak hanya soal potensi wisatawan dari kedua negara tersebut, Abdul Haris juga berharap nantinya akan ada kerjasama business to business yang terjamin antar pelaku usaha di Kalsel dengan Finlandia dan Estonia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here