RPH AMANDIT GENCAR SOSIALISASI PERHUTANAN SOSIAL

0
176

RANTAU – Perhutanan Sosial menjadi program utama selain Revolusi Hijau yang terus digalakkan oleh Dishutprov Kalsel. Besarnya animo masyarakat untuk mendapatkan akses izin kelola lahan garapan, membuat mereka antusias mengikuti Sosialisasi Perhutanan Sosial di Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Amandit, Selasa (2/7).

Acara yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang program Perhutanan Sosial ini dihadiri oleh 30 orang ketua kelompok tani hutan (KTH) dari wilayah Kabupaten Tapin.

Kepala Seksi Pemanfaatan Hutan KPH Hulu Sungai, Priyadi, memaparkan bahwa program Perhutanan Sosial pada prinsipnya untuk pemberdayaan dan legalisasi pengelolaan kawasan hutan oleh masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Program ini untuk masyarakat yang memiliki lahan garapan dalam kawasan hutan. Baik hutan
produksi maupun hutan lindung. Mereka kesempatan memiliki izin akses kelola. Izin ini berlaku selama 35 tahun,” jelasnya.

Ketika memasuki sesi tanya jawab, beberapa petani yang hadir langsung angkat tangan. Salah satunya Parmin dari KTH Maju Jaya. “Apabila KTH sudah mendapat SK dari Menteri LHK apakah kami bisa mendapat bantuan bibit karet okulasi, ” ujarnya.

Pertanyaan yang biasanya diungkapkan oleh petani hampir di setiap sosialisasi Perhutanan Sosial.

“Apabila izin sudah terbit, semua instansi bisa memberikan bantuannya ke kelompok tani, sesuai potensinya. Termasuk bibit karet okulasi, bisa didapat melalui pendanaan yang berasal dari pemerintah pusat maupun dari pemerinah provinsi dan kabupaten. Bisa pula bersumber dari dana desa,” jawab Priyadi.

Sebagai narasumber, ia melayani semua pertanyaan warga di acara sosialisasi itu. Diharapkan kegiatan ini bisa lebih membuka wawasan dan pemahaman petani tentang Perhutanan Sosial. Sehingga mereka mampu menjadi kelompok tani mandiri dan sejahtera, tanpa mengurangi partisipasinya dalam melestarikan hutan. (risna/kphhulusungai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here