Mengangkat tema “ Peran Geografi Terhadap Lingkungan di Era Milenial, Menuju Indonesia Emas 2045”, Universitas Lambung Mangkurat FKIP menyelenggarakan seminar nasional yang bertempat di Gedung Student Center ULM Banjarmasin dengan narasumber Guru Besar Geografi Fakultas UGM Prof. Dr. Hartono, DEA, DESS dan dari Dishut Prov kalsel yakni Kabid PDASRHL dengan materi Lingkungan sebagai jiwa raga kehidupan pada hari Senin 22 April 2019.

Dalam paparannya Hartono menjelaskan bahwa di era milenial menuju tahun 2045 Indonesia genap berusia 100 tahun, dimana merupakan usia yang sangat matang dari segi geografis. Namun jika dilihat geografis Indonesia dari tahun ini yang semakin banyak perubahan drastis mulai dari bencana alam serta eksploitasi sumber daya alam hingga nanti tahun 2045 mendatang, bagaimanakah bentuk dan rupa Indonesia di tahun 2045. Ini merupakan tantangan besar bagi generasi milenial untuk segera ambil sikap dalam persiapan menuju tahun emas yaitu di tahun 2045 mendatang.

Direspon positif oleh Dinas Kehutanan yang diwakili Kabid PDASRHL yang disapa akrab ‘Ayya’, guna peningkatan kualitas lingkungan sejalan dengan Perda Prov Kalsel no 7 tahun 2018 tentang Gerakan Revolusi Hijau, Pemprov Kalimantan selatan melalui Dinas Kehutanan telah melakukan berbagai aksi dan kegiatan dalam rangka Rehabilitasi Hutan dan Lahan di dalam dan diluar kawasan dengan target penanaman 32.000 ha/tahun dengan berapa kegiatan antara lain: Rehab DAS oleh IPPKH, Penanaman oleh HT dan HA, Penghijauan lingkungan bersama ASN, KPH, Penggiat lingkungan dan penanaman bersama Badan Usaha lainnya yang merupakan wujud nyata dalam upaya mengurangi lahan kritis dan meningkatkan kesejahteraan masyarakt dengan pemilihan jenis yang menghasilkan dan bernilai ekonomi tinggi seperti sengon, jengkol, kemiri dan jenis lain yang disesuaikan dengan tempat tumbuhnya.

Harapan Dishut Prov Kalsel dalam pembangunan kehutanan ini juga didukung oleh generasi milenial yang tergabung dalam Hima Gio, yang direncanakan akan melakukan MoU dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan dalam mendukung Gerakan Revolusi Hijau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here